Suksesnya Operasi Kembar Rifky-Rafky, Bukti Kompetensi Dokter di Indonesia

Suksesnya Operasi Kembar Rifky-Rafky, Bukti Kompetensi Dokter di Indonesia

Firdaus Anwar - detikHealth
Rabu, 05 Apr 2017 15:34 WIB
Suksesnya Operasi Kembar Rifky-Rafky, Bukti Kompetensi Dokter di Indonesia
Foto: Foto: Firdaus/detikhealth
Jakarta - Kasus kembar siam terbaru Rifky-Rafky sebetulnya adalah kasus kembar siam keempat yang pernah ditangani oleh dokter di Indonesia selama 30 tahun terakhir. Pada kasus Rifky-Rafky keduanya alami kondisi dempet kepala atau craniopagus yang cukup langka.

Namun tim dokter di Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita lewat operasi yang rumit berhasil memisakan mereka. Koordinator tim bedah dr Syamsul Ashari, SpBS, mengatakan operasi bisa berhasil berkat kerja sama tim dokter dari lima rumah sakit berbeda.

"Tantangan paling sulit itu mengembalikan pembuluh darah... Pembuluh darah Rifky sangat rapuh sehingga sulit sekali kita enggak punya klip yang cukup," kata dr Syamsul ketika ditemui di RSAB Harapan Kita, Palmerah, Jakarta Barat (5/4/2017).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya harus jujur waktu itu kelabakan. Di tengah malam saya ingat menelepon bos-bos di RSCM dan Rumah Sakit PON juga untuk meminjam alat supaya bisa masuk ke pembuluh darah yang kecil," lanjut dr Syamsul.

Baca juga: Usai Operasi, Bayi Kembar Siam Rifky-Rafky Sudah Bisa Pulang

Rifky-Rafky pada akhirnya berhasil dipisahkan setelah menjalani dua kali operasi yang memakan waktu lebih dari 10 jam. Keduanya sudah diperbolehkan pulang sambil tetap melakukan rawat jalan untuk kontrol.

Pada Rifky masih perlu ada tindakan tambahan untuk memperbaiki bibir sumbingnya. Sementara pada Rafky dirinya memerlukan terapi untuk mengatasi masalah saluran pernapasan yang ia miliki.

Direktur Utama RSAB Harapan Kita dr Omo Abdul Madjid, SpOG (K), MPH, mengatakan keberhasilan penanganan kasus Rifky-Rafky merupakan bukti kompetensi dari tenaga medis di Indonesia. Oleh karena itu masyarakat tidak perlu lagi ragu, bahkan sampai mencari pengobatan medis hingga ke luar negeri.

"Harapan saya dengan pemberitaan seperti ini akan membuat bangsa kita percaya diri. Bahwa kita juga mampu melakukan tindakan dengan teknologi tinggi," pungkas dr Abdul.

Baca juga: Suasana Haru Saat Bayi Kembar Saqira dan Safira Pamit Pulang ke Dokter


(fds/vit)

Berita Terkait