Namun tim dokter di Rumah Sakit Anak dan Bunda (RSAB) Harapan Kita lewat operasi yang rumit berhasil memisakan mereka. Koordinator tim bedah dr Syamsul Ashari, SpBS, mengatakan operasi bisa berhasil berkat kerja sama tim dokter dari lima rumah sakit berbeda.
"Tantangan paling sulit itu mengembalikan pembuluh darah... Pembuluh darah Rifky sangat rapuh sehingga sulit sekali kita enggak punya klip yang cukup," kata dr Syamsul ketika ditemui di RSAB Harapan Kita, Palmerah, Jakarta Barat (5/4/2017).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Usai Operasi, Bayi Kembar Siam Rifky-Rafky Sudah Bisa Pulang
Rifky-Rafky pada akhirnya berhasil dipisahkan setelah menjalani dua kali operasi yang memakan waktu lebih dari 10 jam. Keduanya sudah diperbolehkan pulang sambil tetap melakukan rawat jalan untuk kontrol.
Pada Rifky masih perlu ada tindakan tambahan untuk memperbaiki bibir sumbingnya. Sementara pada Rafky dirinya memerlukan terapi untuk mengatasi masalah saluran pernapasan yang ia miliki.
Direktur Utama RSAB Harapan Kita dr Omo Abdul Madjid, SpOG (K), MPH, mengatakan keberhasilan penanganan kasus Rifky-Rafky merupakan bukti kompetensi dari tenaga medis di Indonesia. Oleh karena itu masyarakat tidak perlu lagi ragu, bahkan sampai mencari pengobatan medis hingga ke luar negeri.
"Harapan saya dengan pemberitaan seperti ini akan membuat bangsa kita percaya diri. Bahwa kita juga mampu melakukan tindakan dengan teknologi tinggi," pungkas dr Abdul.
Baca juga: Suasana Haru Saat Bayi Kembar Saqira dan Safira Pamit Pulang ke Dokter
(fds/vit)











































