Kamis, 06 Apr 2017 14:01 WIB

Respons Tepat Saat Orang yang Depresi Curhat

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Foto: Ilustrasi depresi (thinkstock)
Jakarta - Orang yang depresi bisa menceritakan apa yang ia alami, misalnya perubahan suasana hati sampai keinginan bunuh diri. Nah, jika Anda adalah orang yang dicurhati, respons apa yang sebaiknya dilakukan?

"Jangan dinasihati. Ibaratnya dia sudah kenyang dinasihati, sudah capeklah," ujar Direktur Pencegahan dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan NAPZA, Kemenkes RI Dr dr Fidiansyah, SpKJ, MPH dalam Temu Media di Kantor Kemenkes, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (6/4/2017).

Menurut dr Fidi, orang tersebut butuh bicara dan didengarkan. Sehingga, menyalahkan atau menasihatinya justru membuat suasana makin buruk. Justru, respons yang disarankan adalah Anda bisa menjadi pendengar yang baik. Bagaimana caranya?

Dalam kesempatan sama,Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Kesehatan Jiwa Indonesia (PDSKJI), dr Diah Dewi Utama SpKJ, MARS mengatakan berikan dukungan pada orang tersebut. Kemudian, terapkan prinsip not just hearing but listening, yakni melihat dia yang berbicara, berempati, menganalisis apa masalah yang dialami orang tersebut. Sebab, kata dr Diah, dengan benar-benar menyimak apa yang diceritakan, kita bisa tahu apa masalah utamanya.

Baca juga: Dulu Disebut Gila dan Pernah Dipasung, Kini Anto Sarat Prestasi

"Kita juga nggak mutus, terus kita katakan menurut dia bagaimana sehingga dia merasa didengarkan. Bukan malah kita menasihati. Kalau malah dinasihati, itu makin memperburuk kondisinya dia. Kita salahkan 'elo sih nggak sabar orangnya' misalkan, itu justru bikin dia terpuruk," tutur dr Diah.

Jika ingin menyarankan orang tersebut berkonsultasi dengan profesional, bisa diungkapkan apakah dia terpikir untuk mencari bantuan ke tenaga profesional. Menurut dr Diah, justru jangan mengatakan seolah-olah kitalah yang tahu kondisi mereka.

"Jadi bukan kita bilang 'menurut gue, lo harus ke sini deh' itu seakan-akan kita yang tahu kondisi dia. Prinsipnya kembalikan lagi pilihannya ke dia," tambah dr Diah.

Depresi, lanjut dr Diah adalah keadaan atau penyakit dengan gejala rasa sedih berkepanjangan dan hilangnya minat melakukan kegiatan yang biasanya disukai, diikuti dengan ketidakmampuan menjalankan kegiatan yang biasa dilakukan sehari-hari setidaknya selama 2 minggu.

Baca juga: Terima Kasih, Dua Kata Bermakna Dahsyat untuk yang Rentan Depresi

(rdn/vit)