Kamis, 06 Apr 2017 18:37 WIB

Kenali Lebih Dekat Diabetes, si Silent Killer

Suherni Sulaeman - detikHealth
Foto: Getty Images
Jakarta - Diabetes merupakan salah satu penyakit yang tidak mengenal gender. Baik pria maupun wanita sama-sama memiliki risiko terkena penyakit ini. Tiap tahunnya jumlah pasien diabetes terus meningkat.

Banyak orang tak sadar bahwa dirinya terkena penyakit diabetes. Begitu datang berobat ternyata sudah parah bahkan disertai dengan komplikasi. Agar tak cepat memburuk, Anda bisa melakukan pemeriksaan ke ahli medis atau juga bisa mengenali dengan baik tanda-tanda diabetes.

"Dikatakan terkena diabetes jika kadar gula darah puasa >126 mg/dl dan gula darah sewaktu >200 mg/dl. Gejala awalnya berat badan turun drastis, sering lapar, sering haus, sering pipis," jelas dr Benedict Sastro, SpPD, dari RS Mayapada Tangerang dalam live chat 'Waspadai Komplikasi Diabetes' yang digelar detikHealth dan detikForum di kantor detikcom, Jl Warung Jati Barat, Jakarta Selatan, Kamis 6/4/2017.

Kemudian dr Ben mengatakan, seseorang yang malas bergerak atau melakukan aktivitas fisik, ditambah lagi dengan adanya riwayat diabetes dari keluarga maka kemungkinan berisiko lebih besar.

"Orang tua yang diabet, tentu memberikan resiko yang lebih tinggi untuk terkena diabet. Tetapi bukan faktor itu saja. Terutama faktor obesitas. Justru faktor obesitas lebih tinggi menyebabkan diabet," pungkasnya lagi.

Baca juga: Orang Tua Diabetes, Anak Berisiko Kena Diabetes?

Penyakit ini dianggap silent killer memang benar adanya. Tidak langsung menyebabkan kematian tetapi komplikasi yang dihasilkan dari diabetes ini bisa menurunkan kualitas hidup seseorang hingga berakhir dengan kematian.

"Komplikasinya gangguan pembuluh darah seperti serangan jantung, stroke, gagal ginjal, kebutaan. Yang paling tinggi resikonya adalah serangan jantung. Kurang lebih 60 persen kemungkinannya," ujar dokter berkacamata ini.

Komplikasi dari diabetes ini bisa menyerang hampir seluruh organ tubuh manusia. Namun demikian, jika pasien diabetes bisa mengontrol kadar gula darahnya dengan baik, maka komplikasi yang diakibatkan oleh penyakit ini bisa dicegah.

"Tidak bisa disembuhkan. Namun, diabet harus dikontrol supaya meminimalisirkan komplikasi," pungkas dr Ben.

Baca juga: Ini Sebabnya Diabetes Menjadi Tidak Terkendali (hrn/vit)