Jumat, 07 Apr 2017 14:39 WIB

Mengenal Machupo yang Viral karena Broadcast Parasetamol Bervirus

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Foto: Internet
Jakarta - Beredar kabar parasetamol jenis baru yang dianggap berbahaya karena menyimpan virus Machupo yang berbahaya. Ini kabar hoax yang sudah ditepis Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Namun untuk menambah pengetahuan, ada baiknya disimak bersama apa itu virus Machupo

Dikutip dari situs resmi Stanford University, virus Machupo merupakan pemicu utama dari sebuah kondisi yang disebut 'demam berdarah Bolivia'. Virus ini pertama kali ditemukan di tahun 1959 di pedalaman Bolivia.

Saat itu, penduduk di suatu kota di Bolivia dibuat panik karena banyak dari mereka yang jatuh sakit dengan gejala demam tinggi dan nyeri di badan, bahkan beberapa di antaranya mengalami kematian hanya dalam hitungan hari. Kemudian sekelompok peneliti dari AS dikirimkan untuk memeriksa penyebab wabah ini.

Dari hasil investigasi selama berbulan-bulan, mereka akhirnya berhasil mengisolasi virus bernama Machupo. Virus Machupo berasal dari famili Arenavirus yang juga dianggap masih baru saat itu.
Mengenal Machupo yang Viral karena Broadcast Parasetamol BervirusFoto: internet

Baca juga: Gampang-gampang Susah Mengonsumsi Obat Anti Nyeri

Perlu digarisbawahi bahwa virus Machupo hanya menyebar lewat udara, makanan atau kontak langsung dengan partikel virusnya. Partikel ini ditemukan di air liur, urine atau kotoran tikus jenis Calomys callosus.

Dikutip dari situs Public Health Agency of Canada, jenis tikus ini hanya jamak ditemukan di wilayah tertentu seperti di Bolivia, Paraguay bagian utara dan Brazil barat yang dikenal sebagai wilayah tropis. Diduga penduduk Bolivia saat itu menghirup urine tikus yang mengering di lantai-lantai rumah mereka dan terbawa angin.

Selain tikus, kutu dan nyamuk juga bisa menyebarkan virus ini. Namun jarang sekali dilaporkan adanya penyebaran dari individu ke individu meski kemungkinan ini tetap ada, yaitu lewat penularan nosokomial atau di fasilitas kesehatan.

Gejala infeksi virus Machupo sendiri tak berbeda jauh dengan penyakit endemik lain seperti demam berdarah, malaria atau demam kuning (yellow fever). Di antaranya demam, sakit kepala, kelelahan, dan nyeri otot. Pada sejumlah kasus, gejala-gejala tersebut juga disertai dengan pendarahan dari hidung atau mulut, termasuk pada paru-paru, saluran cerna dan saluran kencing.

Gejala yang tak lazim lainnya adalah tremor, hilangnya kendali otot dan kejang. Namun diakui jika virus ini memang mematikan karena dapat terjadi beberapa jam atau beberapa hari setelah munculnya gejala untuk pertama kali.

Baca juga: Cermat Memilih Obat Bebas

Jadi jika Anda mendapati broadcast soal parasetamol baru yang disebut P-500 mengandung virus Machupo, sebaiknya jangan lantas meneruskan pesan itu kembali. Untuk meng-counter beredarnya informasi hoax, lebih baik membalasnya dengan mengirimkan informasi yang mencerahkan.

(lll/vit)