Selasa, 11 Apr 2017 11:03 WIB

Soal Insiden yang Dialami Novel Baswedan, Seberapa Bahaya Air Keras?

Nurvita Indarini - detikHealth
Foto Novel Baswedan (Dok. Istimewa) Foto Novel Baswedan (Dok. Istimewa)
Jakarta - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan disiram air keras oleh orang tak dikenal. Ketika terkena kulit, seberapa berbahayakah air keras?

dr I Gusti Nyoman Darmaputra, SpKK dari DNI Skin Centre menjelaskan air keras merupakan istilah umum, yang intinya merupakan bahan-bahan bersifat iritan kuat. Umumnya air keras merupakan bahan yang mengandung asam kuat atau basa kuat yang bersifat sangat iritatif, sehingga bersifat merusak kulit yang terkena.

"Dengan kandungan bahan yang sangat iritatif, air keras menyebabkan kerusakan lapisan kulit, menyebabkan lepasnya ikatan antar sel epidermis dan terjadinya penumpukan cairan dalam rongga sehingga terbentuk lepuh," jelas pria yang akrab disapa dr Darma ini dalam perbincangan dengan detikHealth, Selasa (11/4/2017).

Baca juga: Kisah Hunter, Kembali Pede Setelah Hampir 10 Tahun Berwajah Tak Sempurna

Nah, efek yang ditimbulkan, sambung dr Darma, tergantung jenis air keras yang mengenai kulit, konsentrasi bahan, serta lama bahan itu menempel pada kulit. Jika air keras itu memiliki konsentrasi bahan iritatif tinggi dan menempel di kulit dalam waktu lama, maka bisa merusak kulit sampai lapisan lebih dalam.

Jika lapisan kulit lebih dalam rusak, maka bisa menimbulkan bekas seperti luka bakar yang bersifat permanen. "Karena bahan bersifat iritan, jadi berlaku sama pada semua kulit. Usia dan bagian tubuh tertentu tidak berpengaruh (pada tingkat kerusakannya, -red)," lanjut dr Darma.

Selain kulit, air keras juga bisa berbahaya jika terkena area mukosa, seperti mata. Apabila sampai masuk ke mata maka bisa menimbulkan kerusakan kornea.

Baca Juga: Transplantasi Kembalikan Wajah Patrick yang Nyaris 'Rata' Akibat Luka Bakar

(vit/ajg)
News Feed