Kondisi tersebut dikatakan oleh dr Artono, SpTHT-KL(K), FICS adalah berupa penurunan kemampuan seseorang untuk mendengar secara berangsur-angsur. Eksostosis telinga sendiri merupakan respons dari tubuh berupa kelainan pada liang telinga. Kelainan ini berupa pertumbuhan tulang abnormal pada kanal atau saluran telinga.
"Jadi lapisan tulangnya berpoliferasi begitu ya. Poliferasi itu kan pertumbuhan yang lebih cepat, makanya itu jadi membentuk lapisan baru. Seperti ada ada tonjolan di liang telinganya. Itu bisa terlihat kok dari luar lubang telinga," tutur dr Artono kepada detikHealth.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kebanyakan pasien eksostosis telinga datang berkunjung ke dokter THT dengan keluhan pendengaran yang berkurang. Maka dari itu, ketika Anda merasa kemampuan untuk mendengar mengalami penurunan dan secara berangsur-angsur terus menurun, sebaiknya segera cek ke dokter THT. Dokter biasanya akan memeriksa mulai dari bagian luar hingga dalam telinga untuk menemukan penyebabnya.
"Bisa saja ada sumbatan, atau mungkin karena eksostosis ini kan," imbuh dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan (THT) dari RS PHC Surabaya dan RS Petrokimia Gresik tersebut kepada detikHealth.
Ia melanjutkan, eksostosis telinga memang tidak termasuk gangguan yang berbahaya seperti tumor ganas. Namun karena adanya penyempitan liang telinga, maka pendengaran pasien bisa berkurang.
Gejala khas lainnya adalah ada rasa tidak nyaman di liang telinga. Jika diraba, misalnya dengan cutton bud, akan terasa ada sesuatu yang menyumbat telinga dan membentur. Nah, jika ini terjadi kemungkinan adalah karena eksostosis telinga.
Baca juga: Hobi Menyelam dan Berenang Bisa Picu Eksostosis seperti Hamish Daud?
(ajg/vit)











































