"Operasi memang jadi satu-satunya jalan untuk mengatasi eksostosis, sumbatannya tidak bisa disembuhkan dengan minum obat saja. Ini operasi lokal dan bisa langsung rawat jalan. Tidak berbahaya," ungkap dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan (THT) dari RS PHC Surabaya dan RS Petrokimia Gresik, dr Artono, SpTHT-KL(K), FICS kepada detikHealth.
Sayangnya tak sedikit orang yang ragu untuk memeriksakan diri ke dokter saat mengalami sumbatan di telinga karena takut operasi. Adakah efeknya jika pasien eksostosis tidak dioperasi?
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Eksostosis telinga merupakan respons dari tubuh berupa kelainan pada liang telinga. Kelainan ini berupa pertumbuhan tulang abnormal pada kanal atau saluran telinga. Pertumbuhan tulang abnormal ini kemudian berakibat pada penurunan pendengaran.
"Pengobatan dengan operasi ya. Kalau tidak dioperasi bisa terus terganggu pendengarannya," ujar dr Artono.
Dikutip dari situs resmi California Ear Institute, eksostosis yang tak diobati dapat membuat serumen atau ear wax dalam lubang telinga menjadi bertumpuk dan berisiko menimbulkan infeksi telinga. Setelah operasi, pasien diharapkan menghindari terlebih dahulu paparan air atau udara dingin dari kegiatan-kegiatan seperti menyelam atau berselancar.
Hal ini perlu dilakukan paling tidak selama 2-6 pekan, untuk mencegah terjadinya komplikasi atau infeksi berulang. Yang pasti, meski sudah dioperasi eksostosis bisa saja muncul kembali walaupun tidak separah yang kali pertama.
"Iya bisa berulang, meskipun lama prosesnya. Maka dari itu sebaiknya perlu pelindung telinga (earplug -red)," pesan dr Artono.
Baca juga: Gejala Eksostosis Telinga seperti Hamish Daud yang Perlu Diperhatikan
(ajg/up)











































