Kamis, 13 Apr 2017 09:03 WIB

Hidup di Kota Besar Rawan Stres, Begini Saran Psikolog

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: Cici/detikcom
Jakarta - Hidup di daerah perkotaan yang padat dapat menjadi beban tersendiri untuk kesehatan mental. Tingginya biaya hidup serta persaingan ekonomi dan sosial yang ada di kota tak jarang membuat seseorang mudah alami stres.

Dibiarkan dalam jangka panjang, stres ini dapat membawa pengaruh buruk untuk tubuh. Oleh karena itu psikolog Liza Marielly Djaprie dari Sanatorium Dharmawangsa mengatakan orang yang tinggal di kota perlu memiliki kemampuan lebih untuk mengelola stresnya.

Satu cara mudah dalam menghadapi stres dijelaskan oleh Liza bisa hanya dengan bermeditasi mengatur napas. Dengan latihan menarik napas dalam-dalam dan mencoba melepaskan pikiran maka stres pun dapat ditekan.

"Fokus pada napas. Kita itu suka monkey mind pikiran loncat-loncat ke masa lalu terus ke masa depan. Ini yang biasanya menyebabkan stres karena suka menyesalkan masa lalu dan mengkhawatirkan masa depan," ungkap Liza dalam diskusi media di restoran Bebek Bengil, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (12/4/2017).

Baca juga: Ini Sebabnya Hidup di Perkotaan Rentan Memicu Stres

"Coba stay di masa sekarang, meditasi napas benar-benar rasain tuh ada apa saja (di sekitar -red). Pada saat macet enggak usah mikir ke depannya gimana karena apa pun yang terjadi tetap enggak akan bergerak. Nikmatin saja di dalam mobil meditasi nikmati suasana sekitar," lanjut Liza.

Selain dengan teknik meditasi cara berikutnya yang dianjurkan oleh Liza untuk hadapi stres hidup di kota adalah dengan melakukan hobi. Setiap orang pasti punya aktivitas yang ia senangi dan sebisa mungkin sempatkan waktu untuk melakukan hal tersebut sebagai 'obat' untuk kesehatan jiwa.

"Kemampuan kita untuk bisa menikmati hidup itu memang perlu latihan. Enggak ada orang yang lahir sudah punya kemampuan jago kemana pun senyum," pungkas Liza.

Baca juga: Apa yang Anda Lakukan Ketika Sedang Stres di Kantor?

(fds/up)