"Kalau deg-degan, apalagi kalau mantan muncul terus bilang kudunya dia yang nikah sama kita. Lihat lagi apakah kita memang kurang yakin sama pasangan kita? Ada unfinished business atau kisah cinta yang belum selesai pada waktu hubungan berakhir?" kata psikolog klinis dewasa dari Tiga Generasi, Anna Dauhan S.Psi, M.Si, Psikolog.
Dalam peluncuran buku 'Anti Panik Mempersiapkan Pernikahan' yang disusun oleh tim Tiga Generasi di Taman Kajoe, Pasar Minggu, Jakarta Selatan baru-baru ini, Anna mengatakan lumrah jika mantan kekasih yang notabene kini tidak ditemui sehari-hari terlihat jauh lebih oke dibandingkan dengan calon pasangan yang lebih sering ditemui dalam keseharian.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika timbul rasa galau akibat munculnya mantan, terlebih jika ada rasa ingin kembali menjalin hubungan, Anna menekankan renungkan apakah memang si mantan akan seperti itu ketika kita 'balikan' dengannya. Diungkapkan Anna, jangan-jangan kita hanya jatuh cinta dengan sosok bayangan ideal dalam bentuk si mantan atau jatuh cinta pada momen-momen dengan si mantan yang disenangi saja.
Nah, hal-hal lain yang perli dipikirkan saat terjebak perasaan dengan mantan pacar ketika melakukan persiapan pernikahan, yaitu:
1. Pikirkan kembali asalan mengapa kita memutuskan untuk berpisah dengannya.
2. Apabila dalam hati masih ada keinginan untuk melanjutkan keinginan dengan mantan pacar, pikirkan apakah hal-hal yang membuat kita berpisah dengannya tetap akan menjadi kendala apabila hubungan dengan mantan dijalani kembali.
3. Pahami bahwa seringnya berinteraksi dengan pasangan saat ini bisa membuat bosan sehingga sosok mantan dapat memunculkan kembali perasaan menggebu-gebu yang bisa jadi hanya kondisi sementara.
4. Ingatlah bahwa hubungan yang menyenangkan di masa lalu belum tentu akan memberi kepuasan yang sama besarnya bila diterapkan dalam situasi kehidupan saat ini. Pertimbangkanlah apakah memang mantan kekasih benar-benar pilihan yang tepat dan lebih baik daripada pasangan saat ini.
"Pertimbangkan apakah keinginan kita untuk menjalin lagi hubungan dengan mantan kekasih karena kita benar-benar mencintai dia atau mencintai bayangan kita mengenai dirinya di masa lalu," pungkas Anna.
Baca juga: Sisi Psikologis di Balik Pasangan yang Menikah Terlalu Muda
(rdn/up)











































