'Bridezilla', Saat Wanita Jadi Super Sensitif Jelang Menikah

'Bridezilla', Saat Wanita Jadi Super Sensitif Jelang Menikah

Radian Nyi Sukmasari - detikHealth
Minggu, 16 Apr 2017 11:06 WIB
Bridezilla, Saat Wanita Jadi Super Sensitif Jelang Menikah
Foto: Thinkstock
Jakarta - Saat menyiapkan pernikahan, umum adanya jika calon mempelai wanita yang lebih sibuk menyiapkan segala kebutuhan pernikahan, bahkan sampai hal terkecil. Banyaknya hal yang mesti diatur kadang membuat wanita menjadi lebih sensitif dan muncullah sebutan 'bridezilla'.

Bridezilla merupakan ungkapan di mana calon mempelai wanita jadi lebih sensitif hingga mudah tersinggung dan marah. Sampai-sampai, kegalakannya diidentikkan dengan 'Godzilla'. Diakui psikolog klinis dewasa dari Tiga Generasi, Tiara Puspita M.Psi., Psikolog, pada wanita yang sedang mempersiapkan pernikahan, prosesnya memang bisa membuat dia amat stres.

"Jadi sering marah-marah nggak keruan. Super sensitif. Dicolek dikit ngamuk. Dalam kondisi kayak gitu orang di sekitarnya juga bingung bahkan si wanita kadang sampai kayak ngerasa nggak kenal pasangannya. Jadi memang orang di sekitarnya mesti maklumin ya," ungkap Tita, begitu ia akrab disapa di sela-sela peluncuran buku 'Anti Panik Mempersiapkan Pernikahan' yang disusun oleh tim Tiga Generasi di Taman Kajoe, Pasar Minggu, Jakarta Selatan baru-baru ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Lawan Stres, 5 Asupan Ini Baik untuk Kesehatan Mental

Meskipun begitu, menurut Tita bukan berarti tidak ada yang bisa dilakukan oleh si calon mempelai wanita. Mesti disadari bahwa apa sebenarnya yang dipermasalahkan. Apakah memang masalah tersebut penting atau sebenarnya itu hanya masalah kecil hanya saja tertumpuk-tumpuk sehingga terasa banyak dan besar.

"Jangan sampai marah terus melampiaskan ke orang lain yang nggak salah. Kebetulan pasangan lagi ada kerjaan, nggak bisa ditemani, jadinya nggak ngerasa disupport. Padahal kan nggak seperti itu. Memang, apa yang dialami dipengaruhi stres dan pressure yang dirasakan," tutur Tita.

Hadir dalam kesempatan sama, psikolog klinis dewasa yang juga dari Tiga Generasi, Sri Juwita Kusumawardhani M.Psi., Psikolog mengatakan umumnya jelang pernikahan, ketika bertemu pasangan selalu membahas persiapan pernikahan itu sendiri bahkan sampai hal-hal mendetail.

"Kalau situasinya menegang, coba pacaran aja kayak seperti belum mau nikah. Nikmati kebersamaan dan momen berdua. Terus kalau lagi ngobrol coba usahakan hindari kritikan. Misalnya pasangan nggak bisa ketemu sekali kita udah langsung bilang dia ingkar janji mulu. Terus lakukan juga kegiatan yang bisa membuat kita rileks, misalnya ke salon bareng, pijat bareng," ucap Wita.

Dalam buku 'Anti Panik Mempersiapkan Pernikahan' disebutkan ada perbedaan kebutuhan emosi laki-laki dan perempuan dalam suatu hubungan pernikahan. Wanita, mereka umummnya ingin disayangi oleh pasangan, memiliki kebutuhan cerita dengan pasangan, butuh kejujuran dan keterbukaan pasangan, kemudian dukungan finansial dan komitmen berkeluarga.

Sedangkan pada laki-laki, kebutuhannya seperti pemenuhan kebutuhan seksual, teman untuk bersenang-senang, pasangan yang menariks ecara fisik, perasaan dihargai pasangan, dan dukungan domestik (kebersihan dan kenyamanan di rumah).

Baca juga: Ini Sebabnya Hidup di Perkotaan Rentan Memicu Stres (rdn/up)

Berita Terkait