Senin, 17 Apr 2017 18:03 WIB

Hal yang Terjadi Pada Tubuh Ketika Tersambar Petir

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto ilustrasi: Hong Kong Press Photo / Steven Wu
Jakarta - Pada awal tahun 2017 lalu dikabarkan ada dua orang pelajar di Banyumas yang tewas tersambar petir. Mereka dikabarkan tersambar setelah berusaha menerjang hujan dan menurut hasil visum korban meninggal di tempat.

Bagaimana hal tersebut bisa terjadi dan mengapa petir bisa begitu mematikan? Pembawa acara Scichow Hank Green menjelaskan bahwa petir dalam satu detik bisa menyambar bumi hingga sekitar 100 kali.

"Jadi dalam setahun petir bisa menyambar bumi hingga tiga milyar kali! Oleh karena itu kemungkinan Anda untuk tersambar tidak begitu rendah juga," kata Hank seperti dikutip dari SciShow, Senin (17/4/2017).

Baca juga: Menghindari Risiko Tersambar Petir

Ketika petir menyambar tubuh efeknya bisa berbeda tergantung apakah itu sambaran langsung atau hantaran. Apabila petir menyambar secara langsung maka ada kemungkinan besar muatan listrik 300 kilovolt dari petir menewaskan korban secara instan lewat kerusakan otak atau menghentikan jantungnya.

"Bila sambaran listrik masuk ke tengkorak maka otak bisa terpanggang. Namun kebanyakan kasus kematian terjadi karena serangan jantung akibat muatan listrik dari petir secara instant menghentikan degupannya," kata Hank.

Sementara itu pada korban sambaran petir yang tidak langsung atau hantaran, angka kemungkinannya untuk selamat lebih tinggi. Menurut data sekitar 70 sampai 90 persen korban petir bisa selamat meski mungkin mengalami semacam efek samping atau kecacatan.

"Petir dapat menyebabkan kerusakan besar pada jaringan tubuh karena menyebabkan luka bakar. Luka bakar karena tersengat listrik... Saking besarnya muatan listrik ketika menjalar ke tubuh akan menghasilkan luka masuk dan luka keluar seperti luka tembakan," ungkap dr Joseph Zito dari Franklin Hospital.

Tergantung dari jalan masuk dan keluarnya petir, beberapa aliran saraf dan pembuluh darah bisa rusak. Seorang korban sambaran petir dapat diketahui dari lukanya yang berpola khas bernama 'Lichtenberg figure' di kulit seperti akar pohon.

Luka tersebut dihasilkan oleh pembuluh darah yang pecah akibat secara instan dipanaskan oleh aliran listrik hingga ke suhu sekitar 27 ribu derajat celcius.

Seorang korban sambaran yang selamat kemungkinan besar akan mengalami semacam kelumpuhan atau rasa kebas akibat saraf yang rusak. Selain itu seringkali korban juga mengalami pecah gendang telinga akibat kencangnya suara geledek.

Baca juga: Tersambar Petir Tepat di Kepala, Pria Ini Selamat (fds/up)