Selasa, 25 Apr 2017 19:06 WIB

Vaksin Malaria Rampung, Tiga Negara Ini Dapat Giliran Pertama

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: thinkstock
Jakarta - Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit dan disebarkan oleh nyamuk Anopheles. Badan Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan bahwa tiap tahun bisa ada ratusan juta orang yang terjangkit oleh malaria dan ratusan ribu diantaranya meninggal dunia.

Negara-negara Afrika disebut jadi yang paling rentan terhadap malaria karena hampir 90 persen kasus infeksi terjadi di sana menyumbangkan angka kematian global hingga 92 persen. Oleh karena itu ketika vaksin malaria pertama di dunia telah rampung, tiga negara Afrika dengan angka kasus yang paling tinggi mendapat kesempatan pertama untuk memakainya.

Baca juga: Kenali, Stadium Parasit Malaria Saat Berada di Tubuh Manusia

Direktur WHO Region Afrika dr Matshidiso Moeti mengatakan vaksin akan mulai diberikan pada tahun 2018 untuk Ghana, Kenya, dan Malawi dalam rangka uji klinis. Targetnya vaksin dapat mencakup 750 ribu anak usia lima sampai 17 bulan.

"Informasi yang terkumpul dalam proyek ini akan membantu kita merumuskan kebijakan pemakaian vaksin yang lebih luas. Bila dikombinasikan dengan intervensi malaria yang sudah ada, vaksin berpotensi menyelamatkan puluhan ribu jiwa di Afrika," kata dr Matshidiso seperti dikutip dari BBC, Selasa (25/4/2017).

Agar bekerja efektif vaksin harus diberikan sebanyak empat kali. Tiga kali diberikan setiap bulan sementara pemberian dosis terakhir 18 bulan kemudian.

Tes awal menunjukkan seharusnya vaksin malaria dapat melindungi anak mencegah empat dari 10 kasus. Selain itu kasus fatal di rumah sakit juga bisa berkurang hingga sepertiganya.

Namun diakui bahwa memang angka efektivitas vaksin malaria masih di bawah standar bila dibandingkan dengan vaksin penyakit lainnya. Hanya saja karena dampak malaria begitu besar maka kemajuan apapun akan lebih baik daripada tidak ada sama sekali.

Baca juga: Parasit Malaria Super Ancam Program Kesehatan Global (fds/vit)