Studi yang dilakukan di Lyon Neuroscience Research Center melihat bahwa orang-orang yang mudah mengingat mimpi umumnya memiliki aktivitas saraf otak yang lebih aktif ketika tidur dibanding dengan orang yang jarang bisa ingat mimpi.
Ini diketahui setelah peneliti memeriksa 41 responden yang 21 di antaranya mengaku mudah mengingat mimpi. Dengan alat tomography diketahui pada orang yang mudah mengingat mimpi ada dua bagian otak yang lebih aktif yaitu medial prefrontal cortex dan temporoparietal junction.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua bagian tersebut bertanggung jawab terhadap asosiasi gambar, wajah, tempat, kejadian, dan respons emosi. Oleh karena itu keduanya tak hanya penting untuk membuat mimpi tetapi juga mengingatnya.
"Ini mungkin bisa juga menjelaskan mengapa orang yang mudah mengingat mimpi lebih mudah bereaksi terhadap stimulus dari luar sehingga sering terbangun saat tidur. Dengan terbangun mereka bisa merekam mimpinya lebih baik di bandingkan orang lain," ungkap salah satu peneliti Perrine Ruby seperti dikutip dari Medical Daily, Jumat (28/4/2017).
"Memang otak yang sedang tidur tak mampu mengingat informasi baru. Dia perlu terbangun agar bisa melakukannya," pungkas Perrine.
Fakta menarik lainnya sebuah studi dalam Journal of Adolescent Health pada tahun 2011 menunjukkan ada kemungkinan jenis kelamin juga bisa berpengaruh. Di dalam studi ditemukan bahwa gadis remaja lebih mungkin mengingat mimpi dibandingkan dengan remaja laki-laki seusianya.
Baca juga: Agar Tidur Lebih Nyenyak dan Mimpi Indah, Lakukan 4 Hal Ini (fds/vit)











































