Hal tersebut disampaikan oleh dokter spesialis penyakit dalam RS Pondok Indah, dr Toman L. Toruan, SpPD, KHOM dalam diskusi media di SCBD Jakarta, Kamis (27/4/2017).
Tahap induksi dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan sel-sel kanker sebanyak mungkin, ini supaya badan pasien 'bersih' dari penyakit. Tahap ini dilakukan dengan pemberian obat. Obat-obatan yang sering dipakai dalam tahapan ini adalah siklofosfamid, dexamethason, thalidomide, bortezomib dan lenalidomide.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
dr Toman menyebutkan, penggunaan obat-obat tersebut biasanya dipakai secara kombinasi dan bukan dalam pemakaian tunggal. Lamanya pengobatan tahap induksi berkisar antara 4 sampai 6 bulan.
Tahap kedua adalah konsolidasi, yang dilakukan terutama pada pasien dengan risiko tinggi. Artinya, penyakit tersebut dapat kambuh kembali dalam waktu yang relatif singkat.
"Pengobatan tahap ini memakai metode transplantasi sumsum tulang, baik itu autologus transplant atau donor stem cell dari tubuh pasien sendiri, maupun allogenic transplant yakni donor stem cell dari tubuh orang lain yang cocok," imbuh dr Toman.
Setelah pasien berhasil melewati tahap konsolidasi, berikutnya adalah rumatan atau maintenance. Tahap ini dilakukan dengan tujuan untuk menjaga kondisi bebas penyakit yang telah tercapai, dengan konsumsi obat-obatan jenis thalidomide atau lenalidomide.
Baca juga: Hati-hati, Paparan Radiasi dan Zat Kimia Diduga Jadi Pemicu Myeloma
(ajg/vit)











































