Yuk simak pemaparan detikHealth terkait manfaat dari rasa khawatir yang bisa Anda peroleh:
Foto: Thinkstock |
1. Khawatir Membuat Anda Bertindak
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Misalnya ketika seseorang khawatir terkena kanker payudara karena ada risiko dalam keluarga, maka dia akan menjauhi hal-hal yang membuatnya lebih rentan terkena penyakit tersebut. Misalnya dengan menjauhi makanan yang bersifat karsinogen dan jadi lebih rutin melakukan deteksi dini.
Kate Sweeny, profesor psikologi di University of California, Riverside, berpendapat kekhawatiran memiliki manfaat motivasi yang bertindak sebagai penyangga emosional. Jadi khawatir bisa mendorong motivasi perilaku pencegahan dan perlindungan, mendorong perencanaan adaptif, juga mendorong pemulihan dari depresi.
Ditambahkan dia, orang-orang yang melaporkan kekhawatiran memiliki kinerja lebih baik di sekolah atau di tempat kerja. Alasannya mereka mencari lebih banyak informasi untuk menanggapi kejadian yang penuh tekanan. Mereka juga lebih terlibat dalam pemecahan masalah dan sebagai hasilnya mereka jadi lebih sukses.
Baca juga: Hati-hati, Ada Game di Medsos yang Mengarahkan Remaja Bunuh Diri
Foto: Thinkstock |
2. Khawatir Membuat Anda Bisa Menangani Berita Buruk Lebih Baik
Dituturkan Sweeny, orang cenderung menggunakan emosinya sebagai sumber informasi saat membuat keputusan. Jadi perasaan khawatir yang tidak mengenakkan memotivasi orang untuk menemukan cara mengurangi kekhawatiran mereka.
Untuk mencegah hasil tidak diinginkan, banyak orang bahkan mengumpulkan serangkaian tanggapan atau persiapan menghadapi berita terburuk sekalipun. Misalnya ketika khawatir tidak lulus ujian di tempat kerja baru, maka seseorang secara aktif menyiapkan 'rencana B'.
'Rencana B' ini disiapkan untuk membuat situasi menjadi lebih baik ketimbang tertekan menunggu hasil dari ujian tersebut.
Foto: Thinkstock |
3. Khawatir Bikin Anda Lebih Semangat Saat Dapat Berita Baik
Sweeny menyebut kesenangan yang berasal dari pengalaman yang baik semakin meningkat jika didahului oleh pengalaman buruk.
Ya, khawatir memang menyebalkan dan membuat Anda merasa buruk sepanjang waktu. Namun ketika yang dikhawatirkan tidak terjadi alias Anda mendapat berita baik, maka rasanya luar biasa senang.
Dikutip dari Men's Health ada studi klasik tahun 1980-an yang menilai video komedi akan terasa lebih menyenangkan dilihiat jika sebelumnya mereka telah menonton film horor. Tapi jika video komedi dulu yang dilihat, maka video horor yang dilihat belakangan akan terasa lebih tidak menyenangkan.
Meski khawatir ada manfaatnya, namun Sweeny mengingatkan tingkat kekhawatiran yang ekstrem bisa berbahaya bagi kesehatan seseorang. Dia berharap studi dan sarannya tentang kekhawatiran ini bisa mendorong seseorang untuk melakukan perencanaan dan tindakan pencegahan.
"Karena khawatir dengan tingkat yang tepat dan tidak berlebihan akan jauh lebih baik ketimbang tidak mengkhawatirkan apa-apa sama sekali," ucap Sweeny, dikutip dari ucrtoday.ucr.edu.
Artikel Sweeny tentang khawatir bertajuk 'The Surprising Upsides of Worry' telah dipublikasikan
di Social and Personality Psychology Compass.
Baca juga: Psikologi Anak dan Remaja: Mengatasi Anak yang Ketakutan Berlebihan
(vit/mrs)












































Foto: Thinkstock
Foto: Thinkstock
Foto: Thinkstock