Selasa, 02 Mei 2017 16:01 WIB

Sering Dianggap Sepele, Kapan Rambut Rontok Perlu Dicek ke Dokter?

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: iStock Foto: iStock
Jakarta - Rambut rontok merupakan salah satu kondisi yang kerap dianggap hal biasa dan bukan masalah berat. Namun demikian, ada kondisi tertentu yang membuat rambut rontok sebaiknya diperiksakan ke dokter.

Menurut pakar kesehatan kulit Dr Eleni Yiasemides, rambut rontok dianggap normal apabila jumlahnya maksimal 100 helai per hari. Lebih dari itu, Anda patut mencari tahu penyebabnya.

"Rambut rontok memang wajar. Kita bisa mendapatinya dari aktivitas sehari-hari seperti saat menyisir, atau jatuh di kasur serta kamar mandi. Ini kemungkinan karena siklus tahap akhir folikel rambut. Lebih dari jumlah itu, bisa jadi adalah akibat dari masalah serius," ujar Yiasemides, seperti dikutip dari Body and Soul.

Baca juga: Cara Tepat Mengatasi Ketombe yang 'Membandel' di Janggut

Ya, jika jumlah rambut yang rontok setiap harinya mencapai lebih dari 150 helai, Yiasemides menyebutkan ini bisa terjadi akibat female pattern hairloss (FPHL). Ini merupakan kondisi yang biasa terjadi pada wanita berusia di atas 30 tahun dan bisa terjadi turun-temurun.

Tanda-tanda umum dari FPHL adalah rambut rontok secara bertahap dan semakin lama semakin banyak. Dalam waktu lama, penipisan rambut di kulit kepala akan semakin terlihat. Rambut yang tumbuh kembali juga berdiameter lebih kecil dan tampak lebih tipis.

"Karena FPHL termasuk kondisi genetik, sayangnya Anda tidak bisa mencegah sepenuhnya. Namun untuk mengurangi efek buruknya, Anda tetap harus merawat kulit kepala secara tepat. Perawatan dini dan berkelanjutan adalah kunci penting," imbuh Yiasemides.

Untuk itu, ia menganjurkan Anda untuk memeriksakan kerontokan rambut tak lazim seperti ini ke dokter. Setelah diperiksa dan dipastikan FPHL, dokter akan memberikan resep perawatan yang tepat.

Baca juga: Meski Gundul karena Sakit, Bocah Ini Semangat Ikuti 'Crazy Hair Day'


(ajg/vit)
News Feed