Jakarta -
Otak merupakan salah satu organ yang penting bagi fungsi kerja tubuh. Maka dari itu, kesehatannya pun perlu selalu dijaga.
Salah satunya adalah dengan menghindari beberapa kebiasaan tertentu seperti bergadang dan makan berlebihan sampai kekenyangan. Nah, berikut artikel bagian kedua tentang kebiasaan sehari-hari yang dapat merusak otak:
Baca juga: Bukan Asal 'Sodok', Biliar Diklaim Tingkatkan Kesehatan Mental
1. Merokok
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Tak cuma berbahaya bagi kesehatan jantung dan paru-paru, kebiasaan merokok juga dapat mengganggu kinerja otak. Ya, salah satu efek samping dari kebiasaan merokok adalah mengecilkan saraf otak Anda. Maka dari itu, kebiasaan ini seringkali dianggap sebagai salah satu pemicu alzheimer dan demensia.
2. Melewatkan sarapan
Foto: thinkstock
|
Kebiasaan melewatkan sarapan biasanya dikaitkan dengan risiko kenaikan berat badan. Faktanya, hal ini juga berkaitan dengan kesehatan otak lho. Setelah malam yang panjang tanpa asupan makanan, tubuh membutuhkan nutrisi segera setelah bangun untuk menyiapkan energi di hari yang baru.Tidak sarapan menyebabkan penurunan kadar gula darah, yang kemudian menyebabkan pasokan nutrisi ke otak menjadi tak memadai. Jika Anda menjadikannya sebagai kebiasaan, degenerasi otak pun bisa terjadi karena otak menjadi kekurangan nutrisi penting.
3. Menutupi kepala saat tidur
Foto: thinkstock
|
Tidur dengan kepala tertutup selimut atau bantal, apalagi sampai terasa sesak, dapat mengganggu pernapasan dan asupan oksigen Anda. Seperti disebutkan sebelumnya, otak membutuhkan suplai oksigen yang besar agar dapat berfungsi dengan baik.
4. Memakai ponsel berlebihan
Foto: thinkstock
|
Benda dengan elektromagnetik dapat memancarkan radiasi, termasuk dari ponsel. Maka dari itu hindari penggunaan ponsel secara berlebihan, termasuk untuk menelepon. Termasuk meletakkannya di samping kepala saat tidur.Sebuah studi di Swedia menemukan bahwa radiasi dari ponsel seringkali memicu sakit kepala dan sulit fokus. Banyak penelitian yang juga mengklaim adanya hubungan antara radiasi ponsel dan risiko kanker, termasuk tumor otak.
Gunakan earphone jika Anda harus menelepon dalam durasi yang lama. Sebisa mungkin simpan juga ponsel di tas, hindari di saku celana atau baju.
Baca juga: Salah Pilih Camilan, Waspada Bikin Lapar Terus dan Jadi Gemuk
Tak cuma berbahaya bagi kesehatan jantung dan paru-paru, kebiasaan merokok juga dapat mengganggu kinerja otak. Ya, salah satu efek samping dari kebiasaan merokok adalah mengecilkan saraf otak Anda. Maka dari itu, kebiasaan ini seringkali dianggap sebagai salah satu pemicu alzheimer dan demensia.
Kebiasaan melewatkan sarapan biasanya dikaitkan dengan risiko kenaikan berat badan. Faktanya, hal ini juga berkaitan dengan kesehatan otak lho. Setelah malam yang panjang tanpa asupan makanan, tubuh membutuhkan nutrisi segera setelah bangun untuk menyiapkan energi di hari yang baru.
Tidak sarapan menyebabkan penurunan kadar gula darah, yang kemudian menyebabkan pasokan nutrisi ke otak menjadi tak memadai. Jika Anda menjadikannya sebagai kebiasaan, degenerasi otak pun bisa terjadi karena otak menjadi kekurangan nutrisi penting.
Tidur dengan kepala tertutup selimut atau bantal, apalagi sampai terasa sesak, dapat mengganggu pernapasan dan asupan oksigen Anda. Seperti disebutkan sebelumnya, otak membutuhkan suplai oksigen yang besar agar dapat berfungsi dengan baik.
Benda dengan elektromagnetik dapat memancarkan radiasi, termasuk dari ponsel. Maka dari itu hindari penggunaan ponsel secara berlebihan, termasuk untuk menelepon. Termasuk meletakkannya di samping kepala saat tidur.
Sebuah studi di Swedia menemukan bahwa radiasi dari ponsel seringkali memicu sakit kepala dan sulit fokus. Banyak penelitian yang juga mengklaim adanya hubungan antara radiasi ponsel dan risiko kanker, termasuk tumor otak.
Gunakan earphone jika Anda harus menelepon dalam durasi yang lama. Sebisa mungkin simpan juga ponsel di tas, hindari di saku celana atau baju.
Baca juga: Salah Pilih Camilan, Waspada Bikin Lapar Terus dan Jadi Gemuk
(ajg/vit)