Bentuk Manekin Toko Dikritik Peneliti Tidak Sehat Secara Medis

Bentuk Manekin Toko Dikritik Peneliti Tidak Sehat Secara Medis

Firdaus Anwar - detikHealth
Kamis, 04 Mei 2017 15:02 WIB
Bentuk Manekin Toko Dikritik Peneliti Tidak Sehat Secara Medis
Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Manekin umum digunakan sebagai model peraga berbagai pakaian. Peneliti melihat bentuk manekin ini rata-rata tidak realistis dan tidak sehat secara medis.

Dipublikasi dalam jurnal Eating Disorders, pemimpin studi Dr Eric Robinson dari University of Liverpool mengungkapkan bahwa hampir seluruh manekin wanita dalam penelitiannya memiliki bentuk tubuh yang terlalu kurus. Hal ini diketahui setelah peneliti memeriksa 58 manekin di dua kota besar.

"Kami tidak menemukan satu pun manekin wanita dengan ukuran normal yang dipajang," ungkap Eric seperti dikutip dari BBC, Kamis (4/5/2017).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Manekin Berpayudara Besar Bikin Wanita di Negara Ini Ingin Operasi Plastik

Sementara itu untuk manekin pria peneliti menemukan bahwa hanya satu dari 10 manekin yang masuk kategori kurus. Namun demikian manekin pria rata-rata memiliki otot tubuh yang tidak realistis.

"Paparan terhadap bentuk tubuh ideal yang ekstra kurus ini akan memengaruhi negatif citra tubuh pada wanita. Dengan cara yang sama paparan terhadap otot-otot tubuh yang mustahil dicapai dapat meningkatkan ketidakpuasan pria pada tubuhnya," kata Eric.

Dalam penelitiannya peneliti mendorong untuk melakukan pemeriksaan standar manekin pada toko-toko. Beberapa perusahaan retail sebelumnya telah berjanji akan menggunakan manekin dengan bentuk tubuh normal namun peneliti mengatakan belum terlihat di lapangan.

Penelitian Eric bukan yang pertama dalam bidang ini. Pada tahun 1992 studi lain telah melihat hal yang sama terhadap manekin yang digunakan pada periode tahun 1930-1960.

Menurut peneliti bila tubuh manekin wanita saat itu dibandingkan dengan yang asli, "Ia akan sangat kurus hingga tak bisa menstruasi".

Baca juga: Manusia-manusia 'Manekin', Tubuhnya Kaku karena Otot Berubah Jadi Tulang

(fds/vit)

Berita Terkait