Jumat, 05 Mei 2017 08:32 WIB

Siapa yang Lebih Berisiko Terkena Hipertensi Paru? Ini Kata Dokter

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Foto: Thinkstock Foto: Thinkstock
Jakarta - Meski tak bergejala khas, dokter menyebut ada kelompok tertentu yang memiliki risiko lebih tinggi terkena hipertensi paru. Maka dari itu, pemeriksaan dini pun penting dilakukan.

Seperti disampaikan oleh pakar hipertensi paru dari RS Harapan Kita, Prof Dr dr Bambang Budi Siswanto, SpJP(K), FAsCC, FAPSC, FACC, kelompok tersebut salah satunya yakni mereka dengan penyakit jantung bawaan.

Selain itu, mereka dengan penyakit katup jantung abnormal juga berisiko lebih tinggi terkena penyakit hipertensi paru. Pasien-pasien penyakit paru seperti tuberkulosis, penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) serta para perokok pun memiliki tingkat risiko yang sama tingginya.

Baca juga: Sesak Napas dan Sering Berdebar-debar? Waspada Hipertensi Paru

"Begitu juga dengan pasien kekentalan darah di paru atau tromboemboli. Juga mereka dengan riwayat keluarga, biasanya dari ibu ke anak," tutur Prof Bambang dalam Pfizer Press Circle 'Mengenal Lebih Dekat Hipertensi Paru' di SCBD Jakarta, Kamis (4/5/2017).

Terkait jenis kelamin, prevalensi pasien hipertensi paru dikatakan oleh Prof Bambang didominasi oleh wanita. Salah satunya adalah karena faktor hormonal.

"Penyakit jantung bawaan juga lebih banyak terjadi pada wanita, ini mungkin karena pengaruh hormon ya. Selain itu hipertensi paru juga bisa disebabkan oleh kebiasaan minum obat pelangsing sembarangan. Wanita gemuk kan biasanya malu lalu mengonsumsi obat seperti ini," imbuh Prof Bambang.

Baca juga: Gejalanya Tak Khas, Kenali Tanda-tanda Hipertensi Paru (ajg/vit)