Jakarta -
Sering disebut-sebut sebagai hormon penyebab stres, kortisol sejatinya punya banyak fungsi di tubuh manusia. Kortisol merupakan salah satu hormon adrenal dengan fungsi mengatur ritme tubuh.
Tingginya kadar kortisol sering dikaitkan dengan perut yang membuncit, stres hingga gangguan tidur. Lalu, apa saja fakta unik soal kortisol? Dirangkum dari berbagai sumber, berikut 5 di antaranya:
Baca juga: Ini yang Terjadi Pada Tubuh Ketika Berhadapan dengan Bahaya
1. Tinggi di pagi hari
Foto: thinkstock
|
Peredaran hormon kortisol di dalam tubuh mengikuti sistem diurnal. Artinya, kadar kortisol memuncak di pagi hari, kurang lebih 30 menit setelah bangun tidur dan berkurang di malam hari ketika menjelang tidur.
2. Pengatur ritme tubuh
Foto: Getty Images
|
Kortisol, layaknya melatonin, merupakan hormon yang turut berperan dalam mengatur ritme tubuh. Fungsi kortisol adalah membuat tubuh tetap bangun dan terjaga. Maka dari itu, stres berat yang melanda membuat hormon kortisol membuncah dan menyebabkan sulit tidur.
3. Berkaitan dengan berat badan
Foto: Thinkstock
|
Kadar kortisol dalam tubuh berperan erat dalam penambahan berat badan. Kortisol yang terlalu tinggi menyebabkan nafsu makan bertambah. Di sisi lain, kortisol yang terlalu rendah membuat tubuh malas bergerak.
4. Dapat dikontrol dengan olahraga
Foto: Thinkstock
|
Salah satu cara mengontrol peradaran hormon kortisol adalah dengan rutin melakukan olahraga. Yoga, pilates, jogging dan olahraga dengan intensitas rendah hingga sedang merupakan jenis olahraga yang baik untuk mengontrol kadar kortisol.
5. Dipengaruhi pola makan
Foto: ilustrasi/thinkstock
|
Tinggi-rendahnya kadar hormon kortisol juga dipengaruhi oleh pola makan. Pola makan gizi seimbang dengan protein, karbohidrat dan sayuran diketahui dapat mencegah kenaikan hormon kortisol secara tiba-tiba.
Peredaran hormon kortisol di dalam tubuh mengikuti sistem diurnal. Artinya, kadar kortisol memuncak di pagi hari, kurang lebih 30 menit setelah bangun tidur dan berkurang di malam hari ketika menjelang tidur.
Kortisol, layaknya melatonin, merupakan hormon yang turut berperan dalam mengatur ritme tubuh. Fungsi kortisol adalah membuat tubuh tetap bangun dan terjaga. Maka dari itu, stres berat yang melanda membuat hormon kortisol membuncah dan menyebabkan sulit tidur.
Kadar kortisol dalam tubuh berperan erat dalam penambahan berat badan. Kortisol yang terlalu tinggi menyebabkan nafsu makan bertambah. Di sisi lain, kortisol yang terlalu rendah membuat tubuh malas bergerak.
Salah satu cara mengontrol peradaran hormon kortisol adalah dengan rutin melakukan olahraga. Yoga, pilates, jogging dan olahraga dengan intensitas rendah hingga sedang merupakan jenis olahraga yang baik untuk mengontrol kadar kortisol.
Tinggi-rendahnya kadar hormon kortisol juga dipengaruhi oleh pola makan. Pola makan gizi seimbang dengan protein, karbohidrat dan sayuran diketahui dapat mencegah kenaikan hormon kortisol secara tiba-tiba.
(mrs/vit)