Rabu, 10 Mei 2017 12:00 WIB

Medsos Panas Terkait Kasus Ahok, Yuk Ademkan dengan Berbagi Kebahagiaan

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto:Ilustrasi media sosial (Ilustrator: Mindra Purnomo) Foto:Ilustrasi media sosial (Ilustrator: Mindra Purnomo)
Jakarta - Berbeda pendapat sah-sah saja. Tapi jangan sampai adu argumen ini sampai menimbulkan kebencian dan perpecahan menyusul memanasnya media sosial terkait kasus hukum Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Demi kesehatan jiwa, yuk lebih banyak berbagi kebahagiaan di media sosial.

Ya, beberapa hari ini media sosial memang terasa lebih panas. Pro dan kontra kasus hukum Ahok memicu perdebatan atau adu argumen di media sosial. Tak sedikit pengguna media sosial yang mengungkapkan kekecewaan dengan cara ekstrem seperti mencaci-maki hingga menghina.

Padahal membaca postingan dengan nada-nada negatif tersebut dapat berefek buruk bagi kesehatan jiwa. Postingan bernada negatif dapat membuat pikiran dan perasaan tak tenang, memutus tali silaturahim, hingga membuat kita tersulut emosinya dan bertindak agresif.

Pakar kesehatan jiwa dari Klinik Psikosomatik RS Omni Alam Sutera, dr Andri SpKJ, FAPM, turut menyoroti fenomena ini. Media sosial yang awalnya berfungsi untuk menjalin silaturahim dan berbagi kebahagiaan kini digunakan oleh sebagian orang untuk menebar kebencian.

"Awalnya itu kan untuk kesenangan, mendapat teman baru, mendekatkan dengan teman lama, mempererat silaturahim. Tapi sekarang malah terlihat seperti membuat perbedaan menjadi besar," tutur dr Andri kepada detikHealth.

Baca juga: Hati-hati, Debat Politik dengan Rekan Kerja Bisa Picu Depresi

Dikatakan dr Andri, harapan saat menggunakan media sosial adalah teman-teman di dunia maya dapat membagikan manfaat. Misalnya, ibu-ibu yang senang masak saling berbagi resep, atau anak-anak sekolah berbagi tips dan trik soal mata pelajaran tertentu yang dapat mendongkrak prestasi di sekolah.

Harapan lainnya adalah berbagi kebahagiaan seperti membagikan foto saat liburan atau bersyukur atas kelahiran anak pertama. Postingan-postingan seperti ini dinilai dr Andri sangat bermanfaat bagi kesehatan jiwa.

"Tapi sekarang teman-teman yang ada di medsos sebagian bikin nggak nyaman, karena malah bertukar sesuatu yang tidak sesuai, memaksakan perbedaan pendapat, dan lain-lain," papar dokter yang aktif di twitter lewat akun @mbahndi ini.

Karena itu dr Andri berpesan agar media sosial seharusnya digunakan sesuai fungsi awalnya. Apa itu? Tentu saja untuk berbagi kabar baik dan kebahagiaan.

"Kembalikan medsos sebagai ajang berbagi kebahagiaan. Postinglah hal yang positif dan kabar gembira. Jangan posting hal negatif yang malam membuat teman-teman medsos tidak nyaman," tutupnya.

Baca juga: Penjelasan Psikologi di Balik Ribuan Karangan Bunga untuk Ahok

(mrs/vit)
News Feed