Ya, studi dari University of Maryland School of Medicine menyebutkan bahwa menjadi non-perokok bukan berarti Anda aman dari risiko penyakit akibat rokok. Hal ini terutama jika Anda masih sering main bersama teman-teman yang perokok.
Alasannya simpel, menghirup asap rokok sama bahayanya dengan mengisap rokok itu sendiri. Saat Anda sedang bersama dengan teman yang merokok dan ikut menghirup asap rokoknya, maka saat itu Anda sudah menempatkan diri pada berbagai risiko penyakit seperti gangguan pernapasan dan jantung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Duh! Neneknya Merokok, Cucu yang Kena Risiko Autis
Namun yang lebih penting, peneliti menemukan bahwa orang yang tidak pernah merokok sama sekali, turut memiliki risiko-risiko berbahaya tersebut, hanya dengan berada di sekitar teman atau anggota keluarga yang merokok.
Khusus bagi pria, paparan asap rokok berkaitan dengan peningkatan gula darah, dibandingkan dengan pria yang tidak berada pada lingkungan perokok. Dengan kata lain, berada di lingkungan perokok saja sudah membuat pria berisiko mengalami masalah terkait berat badan dan gula darah, termasuk diabetes.
Para peneliti juga menemukan bahwa semakin banyak pria terpapar asap rokok, maka semakin besar pula dampak negatifnya. "Fakta bahwa berada di sekitar perokok sudah memberikan risiko yang signifikan harus menjadi perhatian masyarakat," ujar E. Albert Reece, PhD, MD, dari University of Maryland School of Medicine, seperti dikutip dari Men's Health.
Ia pun berpesan, untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan, maka Anda dianjurkan untuk tak sekadar menjauhi kebiasaan merokok, tapi juga menjauhi paparan asap rokok. Dengan begitu, risiko berkaitan dengan rokok bisa secara keseluruhan pula dihindari.
Baca juga: Ahli Pernapasan Sebut Asap Rokok Pencetus Asma Paling Kuat
(ajg/vit)











































