Menteri Kesehatan RI Profesor Dr dr Nila Moeloek, SpM(K), mengatakan rumah sakit yang diketahui terpengaruh oleh ransomware ini adalah RS Dharmais dan RS Harapan kita. Keduanya merupakan rumah sakit rujukan nasional sehingga dampak dari serangan diperkirakan bisa mengganggu layanan.
Baca juga: Sadis Banget, Rumah Sakit Ikut Diserang Teroris Siber
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masalah serangan ransomware terhadap rumah sakit ini tidak hanya terjadi di Indonesia saja. Di Inggris misalnya puluhan rumah sakit terpengaruh sehingga para petugas harus meninggalkan sistem komputer dalam memberikan layanan.
"Saya nggak ngerti yah kenapa ini rumah sakit yang dihantam. Ini mengganggu pelayanan, menganggu karena data kita hilang jadi susah," ungkap Nila.
"Nggak tahu apa mungkin mereka (hacker -red) perlu data-data kita," lanjutnya.
Krishna Chinthapalli dari National Hospital for Neurology and Neurosurgery di London mengatakan data rumah sakit biasanya memang jadi sasaran empuk oleh pemeras karena menyimpan data rekam medis pasien. Sesuai sifatnya virus WannaCrypt cenderung 'menyandera' data yang dianggap penting dalam sebuah jaringan besar agar sang pengguna mau membayarnya.
Baca juga: Ada Serangan Ransomware, Menkes Harap Besok Layanan RS Sudah Pulih (fds/vit)











































