Selasa, 16 Mei 2017 13:04 WIB

Berbagai Alasan Orang Merokok Saat Berkendara

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
ilustrasi merokok di motor (Foto: Rangga Rahardiansyah)
Jakarta - Cerita Rendhy Maulana yang matanya terkena bara rokok saat mengendarai motor menjadi viral. Rendhy yang kala itu sedang mengendarai motor dalam perjalanan menuju rumahnya di Kampung Melayu merasa matanya perih dan memutuskan untuk pergi ke dokter.

Pemeriksaan dokter menemukan ada bekas abu rokok pada mata Rendhy. Matanya mengalami iritasi parah namun masih bisa pulih.

"Terimakasih buat pengendara motor yg hobi ngerokok sambil bawa motor. bara api rokok lo bikin orang bahaya," tulis Rendhy menyindir dalam sebuah postingan Facebook yang sudah dibagikan lebih dari tiga ribu kali ini.

Baca juga: Cerita Viral Pria yang Matanya Kena Bara Rokok Saat Bermotor

Memang hingga saat ini tidak ada larangan secara tertulis yang menyebut dilarang merokok saat berkendara, baik berkendara dengan motor maupun mobil. Meski begitu, sebagian perokok mengatakan merokok saat berkendara sulit dihindari.

Joni, seorang pegawai swasta, mengaku merokok saat naik motor dilakukan agar tidak mengantuk. Joni yang tinggal di daerah Puri Kembangan, Jakarta Barat, setiap hari harus bolak-balik ke Cempaka Putih, Jakarta Timur, untuk bekerja.Terutama waktu pagi pas berangkat dan pas pulangnya sore atau malam. Naik motor itu ngantuk, jadinya ngerokok untuk ngilangin ngantuknya," ungkap Joni kepada detikHealth.

ilustrasi rokokilustrasi dilarang merokok Foto: thinkstock
Hal senada juga dikatakan oleh Andika. Menurutnya, mengendarai motor, terutama jalanan yang sepi di malam hari, rentan memicu kantuk. Untuk menghindari risiko terjadinya kecelakaan dan menabrak orang lain, Andika pun merokok di motor.

Perokok lainnya, Komang, mengaku merokok untuk menghilangkan jenuh dan macet di jalan. Komang yang sehari-harinya mengendarai mobil mengatakan jalanan Jakarta yang macet bisa memicu jenuh dan akhirnya timbul kantuk.

"Bedanya kalau gue kan bawa mobil, dan ada asbak dalam mobil. Jadi gue nggak pernah buang abu atau bara ke jalanan meski jendelanya gue buka. Soalnya kalau lagi macet, nggak ngerokok itu rasanya jenuh banget," ungkapnya.

Kembali ke cerita Rendhy, kepada detikHealth, ia berpesan agar para pengguna jalan lebih berhati-hati, terutama untuk perokok. Berkaca pada kasusnya beruntung tidak terjadi insiden lebih serius seperti kecelakaan atau bahkan kerusakan mata yang permanen.

"Buat perokok ya lebih baik berhenti dulu kalau mau ngerokok. Walau nggak ada peraturan ngerokok sambil berkendara itu dilarang ada baiknya juga menghargai pengendara yang lain," pungkas Rendhy.

Rendhy Maulana mengalami iritasi pada mata akibat bara rokok Rendhy Maulana mengalami iritasi pada mata akibat bara rokok (Foto: Facebook/Rendhy Maulana)
Selain merepotkan, berhenti sejenak untuk merokok di tengah perjalanan juga tidak akan mengurangi bahaya nikotin dan racun lain yang terkandung dalam asap rokok. Ratusan di antaranya merupakan pemicu kanker bagi si perokok sendiri maupun orang lain di sekitarnya, yang terpaksa menjadi perokok pasif.

Baca juga: Penjelasan Ilmiah di Balik Nikmatnya Merokok Sambil Minum Kopi

Kamu punya pengalaman mirip Rendhy soal pengendara yang merokok atau sekadar ingin berbagi uneg-unek soal masalah ini? Kirim cerita kamu ke redaksi@detikhealth.com ya. (mrs/up)