Jumat, 19 Mei 2017 09:35 WIB

Ovarium Buatan dari Cetakan 3D Sukses Kembalikan Kesuburan Tikus

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Ovarium buatan untuk tikus (Foto: Northwestern University) Ovarium buatan untuk tikus (Foto: Northwestern University)
Jakarta - Karena kondisinya, wanita dengan masalah pada indung telurnya seperti kanker seolah tak punya harapan untuk bisa memiliki keturunan. Namun harapan muncul ketika peneliti AS membuat terobosan ini.

Adalah tim peneliti dari Northwestern University yang berhasil mengembangkan ovarium buatan dari cetakan 3D (3 dimensi). Ovarium ini kemudian dilaporkan sukses mengembalikan kesuburan tikus.

Pertama-tama peneliti mengangkat ovarium seekor tikus. Kemudian mereka membuat semacam kerangka yang dicetak dengan kolagen. Kolagen sengaja dipilih karena strukturnya memiliki kemiripan dengan ovarium tikus yang sebenarnya.

Kerangka itu lantas 'diisi' dengan folikel-folikel ovarium, yang diambilkan dari tikus betina lainnya. Pada akhirnya, kerangka ini ditanamkan ke dalam tubuh tikus yang ovariumnya diangkat tadi.

Menariknya, begitu ditanam di dalam tubuh si tikus, bioprostetik tersebut terlihat berfungsi. Terjadi pendewasaan sel telur dan menghasilkan hormon yang memicu ovulasi serta menstruasi.

Bahkan tikus tersebut dilaporkan bisa mengandung dan melahirkan sejumlah anakan tikus.

"Anak-anak tikus itu juga disusui sendiri oleh induknya. Mereka pun dikatakan sangat sehat dan subur sehingga mampu melahirkan anak turunnya sendiri," kata salah satu peneliti, Monica Laronda.

Baca juga: Inilah Wanita Pertama di Inggris yang Melahirkan dengan Indung Telur Beku

Peneliti berharap ovarium buatan ini kelak juga bisa mengembalikan kesuburan wanita yang mengalami gangguan reproduksi akibat kanker atau menjalani kemoterapi. Laronda menambahkan, tidak menutup kemungkinan ini akan membantu wanita yang mengalami kegagalan ovarium dini.

Mereka mengaku sengaja membuat ovarium buatan dari cetakan 3D karena dengan begitu peneliti bisa membuat ovarium dalam berbagai ukuran dan bahan yang ada, sehingga memperbesar peluang keberhasilan bila diaplikasikan pada manusia.

Yang membuat peneliti bangga adalah ini merupakan organ yang dicetak dari printer 3D pertama yang benar-benar berfungsi saat ditransplantasikan. "Kami kira ini bisa dikembangkan untuk organ lain," imbuhnya seperti dilaporkan ABC Australia.

Baca juga: Kenali, Gejala Kanker Ovarium yang Umumnya Muncul Saat Sudah Stadium Lanjut (lll/vit)
News Feed