Dikutip dari The Sun, seorang ibu di Australia menuturkan anak laki-lakinya yang berusia 11 tahun suatu kali bermain fidget spinner. Lalu anak tersebut melempar-lempar mainan tersebut ke atas.
"Dia lempar spinnernya sedikit lebih tinggi. Lalu dia tidak bisa menangkap kembali spinner tersebut, sehingga malah jatuh di dekat sudut matanya," terang sang ibu yang disebut bernama Molly kepada Kidspot.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Beruntung dia tidak kehilangan penglihatan," kata Molly.
"Sekarang dia harus memutar kepala kalau mau melihat ke arah lain akibat luka di sudut matanya," imbuhnya.
Baca juga: Bocah 9 Tahun Cedera Saat Bermain Trik dengan Fidget Spinner
Fidget spinner atau spinner adalah mainan yang tengah populer di kalangan anak-anak hingga dewasa. Bentuknya seperti piringan cakram yang mudah digenggam dan dapat berputar-putar berkat adanya bearing atau bantalan berporos.
Manfaat fidget spinner yang banyak diklaim adalah dapat membantu seseorang meredakan stres atau meningkatkan fokus. Dengan bermain fidget spinner, anak mungkin bisa melepaskan gadgetnya dan lebih bersosialisasi dengan teman-temannya. Tapi ingat, berikan selalu pengertian pada anak agar fidget spinner tidak jadi berbahaya. Misalnya peringatkan anak untuk tidak melempar-lempar spinnernya agar tidak mengenai dirinya atau orang lain.
Selain itu, jangan pula memasukkan bagian-bagian spinner ke mulut. Beberapa waktu lalu dilaporkan ada anak yang harus dibawa ke rumah sakit karena tersedak bantalan spinner. Terutama bagi anak-anak usia tiga tahun ke bawah, ada baiknya orang dewasa mengawasi anak saat bermain. Apalagi anak-anak usia itu sering memasukkan aneka barang kecil seperti bantalan spinner atau baterai kecil ke mulut dan ke lubang tubuhnya yang lain.
Baca juga: Hati-hati, Bagian Fidget Spinner Ini Bisa Bikin Tersedak
(vit/up)










































