Meski tak bisa menyembuhkan saraf terjepit, kolang-kaling tetap jadi menu populer di bulan Ramadan. Hati-hati ya, salah mengolah bisa menghilangkan gizinya.
Menurut nutrisionis dari Lagizi, Jansen Ongko, MSc, RD kolang-kaling memang memiliki nutrisi tertentu yang bermanfaat bagi tubuh. Selain tinggi kadar air, kolang-kaling juga tinggi akan kandungan karbohidrat, serat, multivitamin, mineral dan fitonutrisi.
Namun demikian, jika diolah secara berlebihan, misalnya dengan menambahkan gula dan sirup terlalu banyak, maka manfaat tersebut bisa menjadi berkurang. Sebab yang dirasakan hanya rasa manis saja.
Termasuk di bulan Ramadan, setelah seharian berpuasa, jika ingin mengonsumsi kolang-kaling di waktu berbuka maka sebaiknya hindari juga melakukan penambahan gula dan sirup terlalu banyak. Apalagi sampai warna kolang-kaling berubah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal serupa juga disampaikan oleh dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, DR dr Saptawati Bardosono, SpGK, MSc atau yang akrab disapa dr Tati. Kepada detikHealth, ia menjelaskan bahwa untuk mendapatkan manfaat dari konsumsi kolang-kaling tanpa menghilangkan nutrisinya, maka cara pengolahan yang paling baik adalah direbus.
"Agar kandungan di dalamnya tidak berkurang dan bermanfaat untuk tubuh, kolang-kaling diolah dengan cara merebusnya saja. Boleh diberi gula supaya enak dimakan," pesan dr Tati.











































