Dikatakan Prof M Zakaria, SpRad(K)Onk dari Departemen Radioterapi RSCM, kanker dulunya identik dengan pasien berusia 40 tahun, tetapi kini sudah banyak pasien yang belum genap berusia 40 tahun tetapi sudah terserang kanker.
Salah satu penyebabnya adalah gaya hidup tak sehat. "Minum alkohol, minum wine itu kan sekarang nampaknya lazim-lazim saja. Apalagi merokok, anak muda sekarang sudah menganggap rokok sebagai bagian dari kebiasaan sehari-hari mereka," ungkapnya seperti dikutip ulang pada Kamis (25/5/2017).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pertama-tama, Woo Bin dikabarkan seorang perokok. Lazimnya selebriti Korea, mereka pandai menyembunyikan kebiasaan buruk seperti merokok dan minum-minuman alkohol demi menjaga image mereka di mata publik.
Namun beberapa forum menyebut Woo Bin adalah perokok berat, bahkan sejak berprofesi sebagai model. Salah satunya akun Tumblr bernama woobluv. Di situ disebutkan bahwa Woo Bin beberapa kali tertangkap kamera fans membawa sekotak rokok merek kenamaan.
Dalam beberapa film yang dibintanginya, Woo Bin juga sering memerankan karakter perokok. Dan ia bisa memainkan karakter itu dengan mulus, seakan-akan sudah terbiasa merokok.
Sedangkan untuk kebiasaan minum alkohol, jangan ditanya lagi. Sebab di Korea, minum alkohol merupakan bagian dari kultur yang lestari, kendati sudah ada pembatasan usia untuk konsumsi alkohol, termasuk untuk penjualan rokok.
Baca juga: Serba-serbi Kanker Nasofaring yang Menyerang Aktor Kim Woo Bin
Perlu dipahami bahwa kanker nasofaring atau kanker yang mengenai organ yang terletak di belakang rongga hidung dan di atas rongga mulut paling rentan terjadi pada ras Mongoloid. Sebelum Korea, kasus kanker nasofaring banyak dilaporkan terjadi di China dan Hongkong. Bahkan di China, kanker ini memiliki alias yaitu kanker guangdong karena saking banyaknya warga Guangdong, China yang mengidap penyakit ini.
Dr dr Cita Herawati, SpTHT-KL dari RS Kanker Dharmais menjelaskan, salah satu pemicu kanker nasofaring adalah infeksi virus Epstein-Barr (EBV). Di dalam tubuh hampir setiap orang di dunia ini terdapat virus tersebut.
"Tapi pada orang Asia ras mongoloid, 5 sampai 15 persen bermutasi menjadi sel kanker. Akhirnya sel ini menyerang nasofaring dan disebut sebagai kanker nasofaring atau karsinoma nasofaring (KNF)," ungkap dr Cita.
Ditambah lagi, kanker nasofaring lebih banyak menyerang pria ketimbang wanita. Faktor lain yang tidak dapat diabaikan adalah mulai tingginya tingkat polusi udara di Korea.
Data terbaru menyebut di tahun 2016, Seoul, ibukota Korea Selatan masuk ke dalam jajaran kota paling terkontaminasi udaranya di dunia, menyusul New Delhi, Dhaka dan Beijing.
Banyak penduduk Korea percaya polusi udara itu merupakan 'kiriman' dari China, akan tetapi para pakar Korea sepakat bahwa pemicunya berada di dalam negeri mereka sendiri.
Sebagian besar sumbernya berasal dari emisi kendaraan bermotor dan industri. Pembangkit tenaga listrik juga dianggap memiliki andil dalam memperburuk polusi udara di Korea, di mana pemerintah mengoperasikan 53 pembangkit tenaga listrik berbahan bakar batu bara dan berniat membangun 20 pembangkit lagi dalam kurun 5 tahun ke depan.
"Seharusnya pemerintah mengganti pembangkit tenaga listrik ini dengan yang lebih alami, termasuk mendorong konsumen untuk mengganti mobil diesel mereka dengan yang lebih ramah lingkungan," tegas profesor ekonomi Kim Jeong In kepada Korea Herald.
Baca juga: Penyebab Unik Kanker Nasofaring Seperti Dialami Aktor Kim Woo Bin (lll/vit)











































