Senin, 29 Mei 2017 13:04 WIB

Dokter Gunakan Kulit Ikan untuk Obati Luka Bakar di Brazil

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Pengobatan luka bakar dengan kulit ikan (Foto: REUTERS) Pengobatan luka bakar dengan kulit ikan (Foto: REUTERS)
Jakarta - Penelitian penggunaan kulit ikan untuk mengobati luka bakar sedang dilakukan di Brazil. Peneliti mengklaim kulit ikan bisa menjadi alternatif kulit babi yang selama ini digunakan untuk mengobati luka bakar.

Eksperimen tak biasa ini dilakukan oleh para peneliti dari Federal University of Ceara. Kulit ikan yang digunakan berasal dari ikan tilapia, ikan air tawar yang biasa ditemui di perairan Brazil. Tilapia sendiri adalah sebutan umum untuk ratusan ikan air tawar yang berasal dari keluarga Cichlidae. Contoh dari ikan tilapia yang populer di Indonesia seperti ikan mujair atau nila.

"Belum pernah ada yang menggunakan kulit ikan tilapia untuk mengobati luka bakar sebelumnya. Daging tilapia merupakan komoditi pangan yang baik, dan kulitnya akan dibuang. Karena itu penggunaan kulit tilapia bisa memberikan banyak manfaat bagi nelayan," tutur Odorico de Morais, profesor sekaligus peneliti dari Ceara University, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Risiko Jika Mata Kena Bara Api Rokok: Infeksi Kornea Hingga Buta

Operasi penggunaan kulit ikan untuk mengobati luka bakarOperasi penggunaan kulit ikan untuk mengobati luka bakar (Foto: REUTERS)
Kulit ikan tilapia diklaim memiliki manfaat untuk mempercepat proses penyembuhan luka bakar di kulit. Selain itu, penggunaan kulit ikan ini juga mampu meredakan rasa sakit yang dirasakan pasien.

Menurut peneliti, hal ini dikarenakan kulit ikan tilapia memiliki kelembapan yang baik dan memungkinkan terjadinya transfer kolagen, dari kulit ikan ke kulit pasien, yang mempercepat proses regenerasi sel-sel di kulit. Selain itu, penggunaan kulit ikan juga diklaim lebih ekonomis karena tidak perlu sering diganti layaknya penggunaan perban kain kasa.

Tentu saja kulit ikan yang digunakan harus dipastikan bersih dari ancaman kuman dan bakteri. Karena itu kulit ikan yang digunakan ke pasien sudah harus melalui proses sterilisasi dan pembekuan. Jika disimpan di kulkas, kulit ikan ini mampu bertahan selama dua tahun.

"Tidak ada bau amis atau bau ikan sama sekali karena sudah diproses dan disterilisasi sebelumnya," tandas peneliti lagi.

Penelitian serupa juga sedang dilakukan di China. Bedanya, penelitian di China dilakukan pada mencit, sementara para peneliti di Brazil memilih langsung mencobanya ke kulit manusia.

Ikan Tilapia, di antaranya adalah mujair dan nila, yang kulitnya digunakan sebagai bahan untuk mengobati luka bakarIkan Tilapia, di antaranya adalah mujair dan nila, yang kulitnya digunakan sebagai bahan untuk mengobati luka bakar. (Foto: REUTERS)
Antonio Janio adalah salah satu partisipan penelitian ini. Mengalami luka bakar karena tabung gas meledak saat bekerja di bengkel, Antonio bisa kembali beraktivitas setelah hanya mendapat perawatan selama 10 hari.

"Gunakan kulit ikan tilapia. Tidak sakit, tidak perlu minum obat, dan hanya perlu ditempel satu kali tanpa harus diganti berulang-ulang," paparnya.

Baca juga: Dokter Sebut Risiko Luka Bakar Meningkat Gara-gara Pemakaian Vape (mrs/up)