Cegah Neuropati dengan Melakukan 4 Langkah Ini

Cegah Neuropati dengan Melakukan 4 Langkah Ini

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Rabu, 31 Mei 2017 16:37 WIB
Cegah Neuropati dengan Melakukan 4 Langkah Ini
Foto: Thinkstock
Jakarta - Neuropati merupakan kerusakan saraf tepi yang terjadi karena berbagai sebab mulai dari komplikasi penyakit seperti diabetes hingga trauma dan penjepitan saraf. Efeknya pun bermacam-macam mulai dari kebas dan kesemutan hingga lemah otot.

"Mengingat pentingnya fungsi saraf tepi bagi tubuh, kesehatan saraf tepi perlu dijaga sejak dini sebelum terjadi kerusakan pada saraf dan menjadi neuropati," ungkap dr Manfaluthy Hakim, SpS(K), Ketua Kelompok Studi Neurofisiologi dan Saraf Tepi, Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (PERDOSSI) kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Lalu, langkah-langkah apa saja yang bisa dilakukan untuk mencegah terjadinya neuropati? Dirangkum detikHealth, berikut 4 di antaranya.

1. Gaya hidup sehat

Foto: thinkstock
Dikatakan dr Luthy, cara pencegahan neuropati yang utama adalah dengan melakukan gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat yang dimaksud adalah memenuhi asupan gizi seimbang, istirahat cukup dan olahraga teratur.

Olahraga teratur bisa membantu mencegah neuropati karena pada dasarnya, olahraga teratur dapat melenturkan sendi tubuh sehingga risiko penjepitan saraf berkurang. Selain itu, olahraga teratur juga memperbaiki sirkulasi darah di seluruh tubuh sehingga suplai darah baik.

Kemudian, penuhi kebutuhan gizi dengan mengasup vitamin B yang cukup. Vitamin B bisa didapat dari daging merah, kacang, susu kedelai, sayur, dan susu. dr Luthy mengingatkan, vitamin B banyak terkandung di makanan tetapi akan mudah rusak kalau cara mengolah dan menyimpan bahan makanan tersbut tidak tepat.

2. Deteksi dini

Foto: iStock
Neuropati bisa dicegah dengan mengenali faktor risiko dan melakukan deteksi dini. Patut diketahui faktor risiko paling besar neuropati adalah diabetes melitus, di mana 50-70 persen pasiennya bisa mengalami neuropati.

Selain itu, defisiensi vitamin B1 dan B12 juga diketahui dapat menyebabkan neuropati. Faktor lainnya yang juga diketahui dapat menyebabkan neuropati adalah penjepitan saraf, kecanduan alkohol, paparan racun hingga trauma berulang.

Jika Anda memiliki faktor risiko tersebut, serta sering mengalami gejala seperti rasa kebas, kesemutan, kram hingga lemah otot, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter.

3. Senam neuromove

Foto: ilustrasi/thinkstock
dr Ade Tobing SpKO merekomendasikan gerakan senam 'Neuromove' untuk mencegah neuropati. Gerakan ini terdiri dari pemanasan berupa aerobik dan peregangan, gerakan inti berupa aerobik dan keseimbangan, kemudian pendinginan berupa peregangan. Saat pemanasan, lakukan peregangan pada bagian yang rentan mengalami neuropati seperti batang tubuh, tangan, dan kaki.

"Seperti gerakan menarik tangan ke atas, itu kan untuk menegakkan batang tubuh. Pada dasarnya, gerakan aerobik merupakan gerakan ketahanan jantung. Karena ada hubungannya dengan saraf, maka dikombinasikan dengan gerakan terampil seperti membuat angka 8 di udara, cross crawl, dan eye movement (mengubah tangan menjadi bentuk pistol dan target berupa jempol dan kelingking secara bergantian)," terang dr Ade.

"Seperti gerakan menarik tangan ke atas, itu kan untuk menegakkan batang tubuh. Pada dasarnya, gerakan aerobik merupakan gerakan ketahanan jantung. Karena ada hubungannya dengan saraf, maka dikombinasikan dengan gerakan terampil seperti membuat angka 8 di udara, cross crawl, dan eye movement (mengubah tangan menjadi bentuk pistol dan target berupa jempol dan kelingking secara bergantian)," terang dr Ade.

4. Minum vitamin neurotropik

Foto: Getty Images
Dikatakan dr Luthy, vitamin neurotropik adalah vitamin yang baik bagi kesehatan saraf tepi yakni vitamin B1, B6 dan B12.

"Vitamin neurotropik yang terdiri dari vitamin B1, B6, dan B12 juga bisa dikonsumsi. Sayangnya, hanya 25 persen masyarakat kita yang mengerti manfaat vitamin neurotropik dan memiliki pengetahuan pencegahan neuropati yang rendah," kata dr Luthy.

Ia menjelaskan, vitamin B1, B6, dan B12 menormalkan fungsi saraf dengan memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf dengan memberi asupan yang dibutuhkan supaya saraf bisa bekerja dengan baik. Tiga jenis vitamin itu juga terlibat dalam metabolisme energi sel sehingga bisa dipakai untuk mengatasi kelelahan dan membantu masa penyembuhan penyakit.

"Makanan yang kaya vitamin B1 itu kacang-kacangan, daging tanpa lemak, kuning telur. Yang kaya akan vitamin B6 di antaranya kuning telur, daging, ikan, susu, hati, gandum, kacang-kacangan. Sedangkan vitamin B12 bisa didapat dari protein hewani seperti hati, ginjal, telur, ikan susu, keju, daging," terang dr Luthy.

Halaman 2 dari 5
Dikatakan dr Luthy, cara pencegahan neuropati yang utama adalah dengan melakukan gaya hidup sehat. Gaya hidup sehat yang dimaksud adalah memenuhi asupan gizi seimbang, istirahat cukup dan olahraga teratur.

Olahraga teratur bisa membantu mencegah neuropati karena pada dasarnya, olahraga teratur dapat melenturkan sendi tubuh sehingga risiko penjepitan saraf berkurang. Selain itu, olahraga teratur juga memperbaiki sirkulasi darah di seluruh tubuh sehingga suplai darah baik.

Kemudian, penuhi kebutuhan gizi dengan mengasup vitamin B yang cukup. Vitamin B bisa didapat dari daging merah, kacang, susu kedelai, sayur, dan susu. dr Luthy mengingatkan, vitamin B banyak terkandung di makanan tetapi akan mudah rusak kalau cara mengolah dan menyimpan bahan makanan tersbut tidak tepat.

Neuropati bisa dicegah dengan mengenali faktor risiko dan melakukan deteksi dini. Patut diketahui faktor risiko paling besar neuropati adalah diabetes melitus, di mana 50-70 persen pasiennya bisa mengalami neuropati.

Selain itu, defisiensi vitamin B1 dan B12 juga diketahui dapat menyebabkan neuropati. Faktor lainnya yang juga diketahui dapat menyebabkan neuropati adalah penjepitan saraf, kecanduan alkohol, paparan racun hingga trauma berulang.

Jika Anda memiliki faktor risiko tersebut, serta sering mengalami gejala seperti rasa kebas, kesemutan, kram hingga lemah otot, jangan ragu untuk memeriksakan diri ke dokter.

dr Ade Tobing SpKO merekomendasikan gerakan senam 'Neuromove' untuk mencegah neuropati. Gerakan ini terdiri dari pemanasan berupa aerobik dan peregangan, gerakan inti berupa aerobik dan keseimbangan, kemudian pendinginan berupa peregangan. Saat pemanasan, lakukan peregangan pada bagian yang rentan mengalami neuropati seperti batang tubuh, tangan, dan kaki.

"Seperti gerakan menarik tangan ke atas, itu kan untuk menegakkan batang tubuh. Pada dasarnya, gerakan aerobik merupakan gerakan ketahanan jantung. Karena ada hubungannya dengan saraf, maka dikombinasikan dengan gerakan terampil seperti membuat angka 8 di udara, cross crawl, dan eye movement (mengubah tangan menjadi bentuk pistol dan target berupa jempol dan kelingking secara bergantian)," terang dr Ade.

"Seperti gerakan menarik tangan ke atas, itu kan untuk menegakkan batang tubuh. Pada dasarnya, gerakan aerobik merupakan gerakan ketahanan jantung. Karena ada hubungannya dengan saraf, maka dikombinasikan dengan gerakan terampil seperti membuat angka 8 di udara, cross crawl, dan eye movement (mengubah tangan menjadi bentuk pistol dan target berupa jempol dan kelingking secara bergantian)," terang dr Ade.

Dikatakan dr Luthy, vitamin neurotropik adalah vitamin yang baik bagi kesehatan saraf tepi yakni vitamin B1, B6 dan B12.

"Vitamin neurotropik yang terdiri dari vitamin B1, B6, dan B12 juga bisa dikonsumsi. Sayangnya, hanya 25 persen masyarakat kita yang mengerti manfaat vitamin neurotropik dan memiliki pengetahuan pencegahan neuropati yang rendah," kata dr Luthy.

Ia menjelaskan, vitamin B1, B6, dan B12 menormalkan fungsi saraf dengan memperbaiki gangguan metabolisme sel saraf dengan memberi asupan yang dibutuhkan supaya saraf bisa bekerja dengan baik. Tiga jenis vitamin itu juga terlibat dalam metabolisme energi sel sehingga bisa dipakai untuk mengatasi kelelahan dan membantu masa penyembuhan penyakit.

"Makanan yang kaya vitamin B1 itu kacang-kacangan, daging tanpa lemak, kuning telur. Yang kaya akan vitamin B6 di antaranya kuning telur, daging, ikan, susu, hati, gandum, kacang-kacangan. Sedangkan vitamin B12 bisa didapat dari protein hewani seperti hati, ginjal, telur, ikan susu, keju, daging," terang dr Luthy.

(mrs/up)

Berita Terkait