Jumat, 02 Jun 2017 13:46 WIB

Tangkal Ebola, Republik Demokratik Kongo Gunakan Vaksin Terbaru

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Foto: thinkstock
Kinshasa - Menjangkitnya ebola di wilayah Republik Demokratik Kongo (RDK) membuat pemerintah setempat bergerak cepat. Kementerian Kesehatan RDK pun menyetujui penggunaan vaksin ebola terbaru untuk mencegah penularan meluas.

Berdasarkan data terbaru, sudah ada 52 orang yang diduga positif mengidap ebola, dengan 4 orang meninggal dunia. Meski begitu, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia untuk RDK, Eugene Kabambi, mengatakan situasi masih terkendali.

"Vaksin akan diberikan pada tiga tingkatan kontak orang yang positif ebola, termasuk para tenaga kesehatan dan juga petugas laboratorium," tutur Kabambi, dikutip dari Reuters.

Baca juga: Kerusakan Otak Jangka Panjang, Masalah Baru yang Dihadapi Penyintas Ebola

Vaksin terbaru yang dimaksud adalah rVSV-ZEBOV buatan Merck. Detil soal penggunaan vaksin ini akan diumumkan setelah pertemuan antara Menteri Kesehatan dengan para relasi internasional, termasuk WHO dan juga Doctors Without Borders.

Berdasarkan laporan penelitian terbaru, efektivitas vaksin rVSV-ZEBOV disebut-sebut mencapai 100 persen. Hal ini berdasarkan penelitian awal yang dilakukan kepada 5.837 orang dari Guinea.

Setelah 10 hari dipastikan tak ada kasus ebola baru yang muncul pada mereka yang segera divaksin. Sedangkan 23 kasus tercatat muncul pada mereka yang vaksinasinya agak terlambat.

"Bahkan kami harus menghentikan studinya karena kami sibuk mengimunisasi orang-orang yang terpapar virus ini di Guinea," ungkap Dr Marie-Paule Kieny seperti dilaporkan CBS News.

Namun kondisi itu justru meyakinkan peneliti bahwa vaksin temuan mereka benar-benar mampu mengendalikan wabah Ebola baru. "Dan ini adalah vaksin pertama yang terbukti efektif, setidaknya untuk strain Zaire," imbuhnya.

Baca juga: Anggap Ebola Sudah Terkontrol, WHO Cabut Status Kondisi Darurat Global (mrs/ajg)