Dikutip dari menshealth.com, dua hari setelah berenang, pria yang tidak disebutkan namanya tersebut mengalami demam dan pembengkakan di kedua kakinya. Ia pun segera dilarikan ke ruang gawat darurat pada keesokan harinya. Bekas tatonya berubah menjadi luka menganga dengan pinggiran berwarna kehitaman.
Menurut laporan dari BMJ, para dokter menyebutkan bahwa cairan yang keluar dari luka tersebut sudah masuk tahap mencemaskan. Pekerja lab juga menemukan enzim hati yang tinggi yang mengacu pada riwayat liver kronis.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada awalnya, dokter mengambil tindakan dengan memberikan double regimen antibiotik. Namun keadaannya memburuk dan mengalami septic shock. Pada akhirnya, pria tersebut dinyatakan meninggal dunia karena komplikasi liver kronis, gagal ginjal dan nekrotik akibat luka.
Baca juga: Punya Banyak Tato Bisa Perkuat Kekebalan Tubuh
Hasil pemeriksaan menunjukkan, infeksi pada tato bukan satu-satunya alasan pria tersebut meninggal dunia. Namun faktanya, perawatan setelah menato tubuh adalah hal penting yang harus diperhatikan.
"Tato dibuat dengan goresan mikro pada kulit, sehingga memudahkan bakteri untuk masuk," kata Jared Jagdeo, MD, asisten profesor di Departemen Dermatologi University of California.
Oleh karena itu, ada baiknya untuk menghindari aktivitas renang sebelum luka tato benar-benar sembuh. Selain itu, jangan dulu mengonsumsi kerang mentah untuk terhindar dari kemungkinan terjangkit bakteri vibrio vulnificus.
Baca juga: Pada Orang dengan Bekas Luka Mencolok, Tato Bisa Kembalikan Percaya Diri (up/up)











































