Menurut Psikolog Klinis Dewasa, Vicka Yunita Tjhin MPsi, Psi, pada laki-laki, yang bisa ditonjolkan dan menjadi sumber kepuasan seksual satu-satunya hanyalah alat vitalnya. Sedangkan perempuan memiliki banyak sumber kepuasan salah satunya payudara.
"Perempuan itu kan banyak ya, ada payudara, ada pantat, ada daerah intim kewanitaannya dia, ada paha, macem-macem," kata Vicka, demikian ia disapa kepada detikHealth.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Pemicu Eksibisionisme: Merasa Inferior dengan Lawan Jenis
"Baju seksi mungkin salah satu, tapi nggak bisa digeneralisasikan juga, tapi mungkin salah satu sarana itu bisa memfasilitasi sifat eksibisionisnya, dengan menggunakan pakaian yang seksi tapi tidak pada tempatnya. Misalnya ke pasar pakai bikini itu kan nggak wajar," papar Vicka.
"Karena kalau dia ke pasar tapi pakai bikini mau ngapain? Apa yang pingin dia perlihatkan ke orang-orang, apakah dia senang jadi pusat perhatian, apakah dia mendapatkan kepuasaan seksual dengan cara itu. Itu kan yang perlu kita gali kembali," terangnya lagi.
Untuk membedakan mana yang yang eksibisionisme mana tidak, Vicka mengaku agak sulit. Pasalnya itu tergantung dari apa yang pelaku inginkan. Apakah sekadar cari perhatian saja atau mendapatkan kepuasan secara seksual.
"Kita mesti tahu dulu, kira-kira yang dia dapatkan pada saat itu apa sih, kepuasan seksual atau senang ajah mendapatkan perhatian. Kalau dia cuma senang dapat perhatian, bukan berarti dia eksibisionis," pungkas Vicka.
Baca juga: Berpapasan dengan Pelaku Eksibisionisme, Harus Bagaimana?











































