Seksi atau Eksibisionis? Urusan Berpakaian, Begini Membedakannya

Seksi atau Eksibisionis? Urusan Berpakaian, Begini Membedakannya

Suherni Sulaeman - detikHealth
Selasa, 06 Jun 2017 15:02 WIB
Seksi atau Eksibisionis? Urusan Berpakaian, Begini Membedakannya
Eksibisionisme juga banyak terjadi pada wanita/Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Eksibisionisme tidak selalu terjadi pada gender tertentu, baik laki-laki maupun perempuan juga bisa menunjukkan eksibisionisme. Akan tetapi eksibisionis lebih sering ditemui di masyarakat adalah laki-laki.

Menurut Psikolog Klinis Dewasa, Vicka Yunita Tjhin MPsi, Psi, pada laki-laki, yang bisa ditonjolkan dan menjadi sumber kepuasan seksual satu-satunya hanyalah alat vitalnya. Sedangkan perempuan memiliki banyak sumber kepuasan salah satunya payudara.

"Perempuan itu kan banyak ya, ada payudara, ada pantat, ada daerah intim kewanitaannya dia, ada paha, macem-macem," kata Vicka, demikian ia disapa kepada detikHealth.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dikatakan Vicka, kebanyakan perempuan yang memiliki sifat eksibisionis didukung juga oleh fashion. Seperti contoh, berpakaian minim atau seksi bisa jadi salah satu sarana untuk menyalurkan sifat eksibisionisnya. Namun, belum tentu perempuan yang berpakaian minim punya sifat eksibisionis.

Baca juga: Pemicu Eksibisionisme: Merasa Inferior dengan Lawan Jenis

"Baju seksi mungkin salah satu, tapi nggak bisa digeneralisasikan juga, tapi mungkin salah satu sarana itu bisa memfasilitasi sifat eksibisionisnya, dengan menggunakan pakaian yang seksi tapi tidak pada tempatnya. Misalnya ke pasar pakai bikini itu kan nggak wajar," papar Vicka.

"Karena kalau dia ke pasar tapi pakai bikini mau ngapain? Apa yang pingin dia perlihatkan ke orang-orang, apakah dia senang jadi pusat perhatian, apakah dia mendapatkan kepuasaan seksual dengan cara itu. Itu kan yang perlu kita gali kembali," terangnya lagi.

Untuk membedakan mana yang yang eksibisionisme mana tidak, Vicka mengaku agak sulit. Pasalnya itu tergantung dari apa yang pelaku inginkan. Apakah sekadar cari perhatian saja atau mendapatkan kepuasan secara seksual.

"Kita mesti tahu dulu, kira-kira yang dia dapatkan pada saat itu apa sih, kepuasan seksual atau senang ajah mendapatkan perhatian. Kalau dia cuma senang dapat perhatian, bukan berarti dia eksibisionis," pungkas Vicka.

Baca juga: Berpapasan dengan Pelaku Eksibisionisme, Harus Bagaimana?

(hrn/up)

Berita Terkait