Pasien Sakit Jantung Hobi Olahraga, Ini Saran Dokter

Pasien Sakit Jantung Hobi Olahraga, Ini Saran Dokter

Widiya Wiyanti - detikHealth
Selasa, 06 Jun 2017 20:05 WIB
Pasien Sakit Jantung Hobi Olahraga, Ini Saran Dokter
Olahraga seperti berlari tetap bisa dilakukan pasien jantung dengan syarat tertentu. (Foto: thinkstock)
Jakarta - Memiliki hobi olahraga sangat menguntungkan bagi kesehatan tubuh. Hobi berolahraga baik untuk semua orang, tidak ada bedanya dengan orang yang memiliki riwayat penyakit khususnya sakit jantung.

Hanya saja mungkin beberapa pasien bisa takut terkena serangan jantung akibat berolahraga. Seperti misalnya yang baru-baru ini terjadi pada mantan gelandang Newcastle United, Cheick Tiote yang meninggal dunia karena serangan jantung saat latihan, Selasa (6/6/2017).

Menurut dokter spesialis jantung dari RS Jantung Harapan Kita, Dr dr Anwar Santoso, SpJP, FIHA, PhD, penyebab terkena serangan jantung saat olahraga sangat mungkin terjadi. Biasanya hal ini karena seseorang belum melakukan test atau uji kebugaran sehingga tidak tahu batas fisiknya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selain itu mungkin juga masih terdapat residual ischemia, yaitu sisa penyumbatan pembuluh darah koroner yang memasok darah ke otot jantung.

Baca juga: Eks Gelandang Newcastle Cheick Tiote Kolaps, Serangan Jantung?

Maka dari itu dr Anwar sangat menganjurkan terutama kepada pasien penyakit jantung sebelum melakukan olahraga, mereka harus melakukan serangkaian tes terlebih dahulu.

"Harus dilakukan tes dengan menggunakan treadmill test dan hasil dari pemeriksaan tersebut dipakai sebagai ukuran untuk exercise presciption (resep berolahraga)," tutur dr Anwar.

Setelah melakukan serangkaian tes atau terapi, pasien penyakit jantung dapat melakukan olahraga sesuai dengan saran dokter. Dan melakukannya dengan berpegang pada prinsip FITT, yaitu frequency, intensity, time, dan type.

Frekuensi olahraga dapat dilakukan sebanyak 5 kali seminggu dengan intensitas yang ringan. Maksimal berolahraga dilakukan 65 persennya dengan aerobik lalu sisanya olahraga intensitas rendah. Olahraga aerobik yang disarankan adalah jogging, senam, atau renang dengan durasi sekitar 30 menit per hari.

dr Anwar tidak menyarankan pada pasien sakit jantung untuk melakukan olahraga yang cukup berat seperti sepak bola.

Baca juga: Terbukti, Olahraga Ampuh Turunkan Risiko Kematian Akibat Serangan Jantung


(fds/up)

Berita Terkait