Serba-serbi Acute Myeloid Leukemia yang Membunuh Batman Era 60'an

Serba-serbi Acute Myeloid Leukemia yang Membunuh Batman Era 60'an

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Minggu, 11 Jun 2017 15:06 WIB
Serba-serbi Acute Myeloid Leukemia yang Membunuh Batman Era 60an
Acute myeloid leukemia merupakan salah satu jenis leukemia langka. Penyakit inilah yang diduga membunuh Adam West, pemeran tokoh Batman di tahun 1960-an. (Foto: Mike Coppola/Getty Images)
Jakarta - Pemeran tokoh Batman di serial TV tahun 1960-an, Adam West, meninggal dunia di usia 88 tahun. Adam meninggal setelah sempat berjuang melawan leukemia atau yang biasa disebut kanker darah oleh orang awam.

Dari berbagai jenis leukemia, Adam diduga mengidap acute myeloid leukemia (AML) jenis leukemia yang paling sering ditemui pada orang dewasa. AML merupakan jenis leukemia yang membuat sumsum tulang belakang menghasilkan myeloblast (salah satu tipe sel darah putih) yang abnormal.

Dilansir WebMD, normalnya sumsum tulang belakang menghasilkan sel punca (stem cell) yang nantinya berkembang menjadi sel myeloid dan sel lymphoid ketika dewasa. Pada prosesnya, sel punca lymphoid akan berubah menjadi sel darah putih.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Inikah Jenis Leukemia yang Membunuh Adam West, Batman Era 60'an?

Di sisi lain, sel punca myeloid bisa berubah menjadi tiga jenis sel ketika dewasa, yakni sel darah merah, sel darah putih atau platelet (keping darah).

Namun pada pasien AML, myeloid yang dihasilkan tidak matang dan tidak bisa berubah menjadi sel dewasa, yang disebut sebagai myeloblast. Akibatnya, terjadi abnormalitas dalam pembentukan sel darah, yang membuat pasien AML memiliki sel darah merah, sel darah putih dan platelet yang abnormal.

Sel-sel abnormal inilah yang disebut sebagai sel leukemia. Ketika sel-sel leukemia lebih banyak daripada sel darah yang normal, maka risiko mengalami penyakit seperti anemia, infeksi dan juga perdarahan menjadi lebih besar.

Baca juga: Mengenal Leukemia, Penyakit Langka yang Membunuh Batman

Faktor risiko terserang AML cukup beragam, dengan berusia di atas 60 tahun, merokok dan berjenis kelamin laki-laki sebagai faktor risiko terbesar. Pasien kanker yang sudah pernah menjalani kemoterapi, radioterapi atau pasien kelainan darah lainnya juga berisiko mengalami AML.

Gejala terserang AML meliputi demam, napas pendek dan cepat serta mudah mengalami memar dan berdarah ketika cedera. Selain itu sering lema dan lesu serta menurunnya berat badan dan nafsu makan juga dikaitkan dengan gejala AML.

AML merupakan jenis leukemia akut yang bisa berkembang dengan cepat. Karena itu penanganan segera harus dilakukan setelah positif terdiagnosis AML, dengan cara memeriksakan diri ke dokter dan melakukan pengobatan.

Baca juga: Kata Dokter Soal Kaitan Mi Instan dengan Leukemia (mrs/up)

Berita Terkait