Tidak banyak wanita yang nyaman menjalankan prosedur pap smear, padahal dengan pap smear dapat menyelamatkan diri dari kematian akibat kanker serviks yang terlambat terdeteksi. Menurut penelitian, sebanyak 2.000 wanita di Inggris terselamatkan karena melakukan pap smear.
"Terkadang wanita merasa sedikit malu atau canggung untuk melakukannya (pap smear -red). Meski sedikit memalukan, saya akan bilang 'cobalah' karena bisa menyelamatkan nyawa kita," kata Jess Kirby dari Cancer Research UK seperti dikutip dari BBC.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Lakukan pap smear di waktu tidak menstruasi
Jika melakukan pap smear pada saat menstruasi, akan ada darah dalam vagina. Menurut Jess, akan sulit mendeteksi apa yang sebenarnya terjadi pada sel-sel di mulut rahim.
Baca juga: Deteksi Kanker Serviks, Seperti Apa Pemeriksaan Pap Smear Dilakukan?
2. Pakai pakaian senyaman mungkin
Pada saat pap smear, pasien tidak perlu untuk menanggalkan semua pakaiannya, namun hanya pakaian dari pinggang ke bawah. Maka pakai pakaian bawah yang tidak mempersulit, rok salah satunya. "Perawat akan meminta Anda berbaring di tempat duduk khusus. Dia kemudian akan memasukkan spekulum ke dalam vagina Anda, ini berfungsi untuk menahannya terbuka, jadi dia bisa melihat ke dalamnya," jelas Jess.
3. Jangan gunakan krim, obat atau pelumas pada vagina
Krim, obat atau pelumas dapat masuk ke dalam sampel yang diambil. Hal ini memang tidak benar-benar mempengaruhi hasilnya nanti, tetapi akan menyulitkan pemeriksaan pada sel-sel dalam sampel tersebut.
4. Minta perawat wanita untuk mendampingi
Kenyamanan pasien adalah hal yang utama, wanita akan merasa nyaman jika didampingi oleh wanita pula. Walau biasanya perawat yang mendampingi adalah wanita, tapi tidak ada salahnya jika meminta kembali untuk memastikan. Atau dapat membawa teman wanita jika masih kurang merasa nyaman.
5. Walau sudah melakukan vaksin HPV, tetap harus pap smear
Vaksin HPV (Human Papilloma Virus) memang mengurangi risiko terkena kanker serviks, tapi itu tidak dapat terlalu berfungsi untuk semua jenis HPV. "Jadi, pap smear masih sangat penting bagi wanita yang telah mendapatkan vaksin HPV," tambah Jess kepada BBC.
6. Jangan tegang
Pada saat pap smear, usahakan Anda dalam keadaan tidak tegang atau rileks. Jika otot-otot Anda rileks, akan memudahkan perawat untuk mengumpulkan sampel sel dari serviks Anda. Semakin rileks maka semakin merasa nyaman. "Tidak perlu malu para perawat sering melihat hal seperti ini," pungkas Jess.
Baca juga: Beda Stadium, Beda Treatment untuk Pasien Kanker Serviks (1)
(up/up)











































