Amankah Donor Darah Saat Berpuasa? Ini Kata Dokter

Amankah Donor Darah Saat Berpuasa? Ini Kata Dokter

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Selasa, 13 Jun 2017 15:20 WIB
Amankah Donor Darah Saat Berpuasa? Ini Kata Dokter
Di bulan puasa, PMI sering mengalami kelangkaan stok darah (Foto: Agung Pambudhy)
Jakarta - Memasuki pekan ketiga Ramadan, jumlah stok darah di PMI menurun. Ini karena jumlah orang yang donor berkurang, dengan alasan sedang berpuasa. '

Nyatanya, dokter mengungkapkan berpuasa saat donor sebenarnya boleh-boleh saja. Yang penting, kondisi fisik sedang sehat dan bugar. Perhatikan juga waktu donor yang tepat.

Menurut dokter spesialis jantung dan pembuluh darah RS Pusat Jantung Nasional Harapan Kita, dr Isman Firdaus, SpJP, MD, sebaiknya donor darah dilakukan di sore hari. Ini supaya lebih dekat dengan waktu berbuka puasa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Pekan Ketiga Puasa, Stok Darah PMI Mulai Menurun

"Puasa tidak akan mengganggu ibadah puasa, yang penting pastikan kondisi tubuh sehat. Saat puasa darah yang diambil juga biasanya tidak banyak, maksimal 300 cc. Ini penting untuk menyokong stok darah di PMI," ungkap dr Isman kepada detikHealth.

Yang perlu diperhatikan, sebelum donor pastikan tubuh Anda sendiri dalam kondisi yang baik. Biasanya ditandai dengan tekanan darah normal, tubuh fit dan segar, dan tidak sedang sakit.

Para pakar menyebut donor darah saat puasa tidak mengganggu kesehatanPara pakar menyebut donor darah saat puasa tidak mengganggu kesehatan

Baca juga: Permintaan Meningkat, @Blood4LifeID Imbau Masyarakat Tetap Donor Darah

"Dilihat dari usia juga di bawah 60 tahun ya, dengan catatan berat badan harus mencukupi. Sebaiknya jangan paksakan donor kalau ada penyakit anemia, penyakit infeksi, diabetes dengan gula darah tidak terkontrol," pesan dr Isman.

Sebelumnya, dr Titi Sekarindah, MS, SpGK, dokter gizi dari RS Pertamina pernah menuturkan bahwa jika berniat untuk donor darah, sebaiknya konsumsi makanan tinggi zat besi, protein, dan kalori saat sahur dan berbuka. Nutrisi tersebut adalah nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh untuk mengganti darah yang hilang akibat donor.

Saat berbuka puasa setelah mendonorkan darah, dr Titi menyarankan untuk menambah porsi makanan sesuai kebutuhan. Jika biasa makan berbuka puasa dengan satu piring nasi maka setelah mendonorkan darah bisa berbuka dengan porsi satu setengah piring nasi.

"Saat buka porsinya lebih banyak, minum susu, dan kemudian asupan cairannya sekitar 2 liter setiap hari. Untuk sahur juga sama intinya, asupan protein, kalori, sayuran, dan cairan harus cukup," kata dr Titi.

Baca juga: Baca juga: Bakar Kalori Hingga Cegah Kanker, Ini 4 Manfaat Donor Darah Bagi Tubuh

(ajg/up)

Berita Terkait