Rabu, 14 Jun 2017 15:35 WIB

Bahaya Komplikasi Campak Jika Anak Tak Divaksin

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Sakit campak yang menyerang anak Oki Setiana Dewi mengingatkan lagi pentingnya vaksinasi. Penyakit ini rentan memicu komplikasi jika anak tidak divaksinasi. (Foto: ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Sakit campak yang menyerang anak Oki Setiana Dewi mengingatkan lagi pentingnya vaksinasi. Penyakit ini rentan memicu komplikasi jika anak tidak divaksinasi. Simak bahaya komplikasi campak di sini.

dr Meta Hanindita, SpA, dari RSUD Dr Soetomo Surabaya mengatakan tidak memvaksinasi anak membuat anak rentan mengalami komplikasi ketika terserang campak. Komplikasi inilah yang membuat campak dikenal penyakit pembunuh anak nomor satu di dunia.

"Pemberian vaksinasi dapat menurunkan angka kematian melalui penurunan jumlah komplikasi yang terjadi. Komplikasi yang dapat terjadi adalah pneumonia, diare, infeksi telinga sampai ensefalitis (radang otak)," tutur dr Meta kepada detikHealth.

Baca juga: Anak Pertama Kali Kena Campak, Oki Setiana Dewi dan Suami Menangis

Campak, yang juga lazim disebut sebagai tampek di beberapa daerah, tergolong penyakit yang cukup fatal bagi anak-anak. Risiko kematian akibat campak sangat tinggi, terutama bagi anak-anak yang berusia di bawah 5 tahun.

Data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut sekitar 135.000 anak meninggal setiap tahunnya karena campak. Jika dirata-rata ada sekitar 360 anak yang meninggal tiap hari karena campak, atau 15 anak tiap jamnya.

Baca juga: Anak Oki Setiana Dewi Kena Campak, Dokter Ingatkan Pentingnya Vaksinasi

Untuk lebih memahami bahaya jika anak tak divaksinasi campak, detikHealth pun merangkum beberapa komplikasi fatal yang bisa terjadi pada anak. Apa saja:

1. Diare

Diare pada anak-anak bisa berakibat fatal karena anak rentan mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan. Diare juga membuat saluran cerna anak terganggu sehingga bisa menurunkan nafsu makan dan menyebabkan rasa nyeri di perut.

2. Pneumonia

Pneumonia atau radang paru merupakan salah satu penyakit saluran pernapasan yang bisa menyebabkan kematian pada anak-anak. Center of Disease Control and Prevention (CDC) menyebut ada sekitar 900.000 warga AS yang tertular pneumococcal pneumonia setiap tahun. Sekitar 5-7 persen di antaranya meninggal dunia, dan sebanyak 400.000 orang dirawat di rumah sakit setiap tahun karenanya.

Baca juga: 'Sudah Vaksinasi, Kok Anak Masih Kena Campak?'

3. Infeksi telinga

Infeksi telinga membuat cairan terjebak di saluran telinga tengah. Meski tidak menyebabkan kematian, infeksi telinga akibat campak bisa membuat anak mengalami gangguan pendengaran hingga ketulian.

4. Radang otak

Radang otak atau ensefalitis terjadi akibat kuman yang sudah menjalar ke otak. Dampaknya pun fatal, mulai dari otak bengkak, koma hingga kematian.

Baca juga: Vaksin Campak Disebut Mengandung Babi, Benarkah?

(mrs/up)