Berbagai Cara Hadapi Anti Vaksin, dari Penjara Hingga Denda Puluhan Juta

ADVERTISEMENT

Berbagai Cara Hadapi Anti Vaksin, dari Penjara Hingga Denda Puluhan Juta

Firdaus Anwar - detikHealth
Rabu, 14 Jun 2017 17:20 WIB
Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Anti vaksin adalah sebuah gerakan atau paham beberapa orang tua yang menolak anaknya untuk divaksinasi. Di dunia ini paham anti vaksin tersebar luas dengan berbagai daerah memiliki alasannya masing-masing mulai dari memercayai bisa sebabkan autisme, kemandulan, terbuat dari babi, hingga konspirasi.

Hal tersebut sudah sering dibantah oleh para ahli kesehatan namun tetap saja paham anti vaksin terus berkembang. Dampaknya kini beberapa negara dilaporkan mengalami peningkatan kasus penyakit-penyakit menular.

Oleh karena itu pemerintah negara terkait diketahui ada yang menerapkan peraturan tegas untuk memberantas anti vaksin:

1. Penjara

Pakistan merupakan salah satu dari tiga negara dunia, di mana polio menjadi endemis. Bertahun-tahun, pemerintah Pakistan berupaya untuk memberantas polio namun terus mendapatkan banyak halangan, mulai dari penolakan orangtua, perlawanan dari militan setempat dan serangan terhadap tim vaksinasi polio.

Untuk itu otoritas setempat bertindak tegas dengan menangkap para orang tua yang sengaja menjauhkan anaknya dari vaksin.

"Tidak ada pengampunan, kami telah memutuskan untuk menghadapi kasus penolakan dengan tangan besi. Siapapun yang menolak (vaksinisasi) akan dijebloslan ke penjara," kata Wakil Komisioner Pemerintah Kota Peshawar, Riaz Khan Mehsud.

Hukuman penjara menanti orang tua yang antivaksin di Pakistan (Foto: ilustrasi)Hukuman penjara menanti orang tua yang antivaksin di Pakistan (Foto: ilustrasi) Foto: Ilustrasi/Thinkstock

Baca juga: Tolak Vaksin Polio untuk Anaknya, 471 Orangtua di Pakistan Ditahan

2. Dilarang sekolah

Di Italia pada tahun 2015 tercatat ada sekitar 250 kasus campak yang terekam. Tahun 2016 angkanya meningkat menjadi 840 kasus dan kini sepanjang tahun 2017 menjadi wabah dengan angka mencapai 2.395 kasus.

Menanggapinya Perdana Menteri Italia Paolo Gentiloni baru-baru ini mengambil keputusan tegas dengan menerapkan aturan baru anak wajib divaksin. Vaksinasi menjadi persyaratan bagi anak yang ingin ikut Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Ketika nanti anak akan masuk sekolah dasar dan masih belum divaksin juga maka orang tuanya bisa diberikan denda.

Baca juga: Campak Mewabah, Italia Bikin Aturan Tegas Anak Wajib Vaksin

3. Denda

Tidak lama setelah Italia mengumumkan segera bertindak tegas menegakkan peraturan wajib vaksinasi, negara tetangganya Jerman juga melakukan langkah serupa. Menteri Kesehatan Jerman Hermann Grohe mengatakan dengan peraturan yang baru para orang tua yang gagal menyertakan anaknya dalam program vaksinasi wajib akan diberikan denda hingga mencapai Rp 37 juta.

Selain itu sang anak juga bisa dikeluarkan dari sekolahnya khusus pada tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).

Denda juga diterapkan menjadi hukuman untuk gerakan antivaksin (Foto: ilustrasi)Denda juga diterapkan menjadi hukuman untuk gerakan antivaksin (Foto: ilustrasi) Foto: Ari Saputra


Baca juga: Menyusul Italia, Jerman Juga Akan Hukum Tegas Kelompok Anti Vaksin

4. Potong tunjangan

Pada tahun 2015 Di Australia, diperkirakan lebih dari 39.000 anak di bawah usia 7 tahun tidak mendapatkan vaksin karena orang tuanya menganut anti vaksin. Menanggapinya pemerintah setempat melakukan aturan potong tunjangan hingga sekitar Rp 1,5 miliar.

Di Australia memang ada tunjangan dari pemerintah untuk setiap anak yang lahir. Nah bila orang tua tidak memvaksinasi anak maka tunjangan tersebut akan dicabut.

Baca juga: Video: Australia Wacanakan Potong Gaji Bagi Ortu yang Anti Vaksin

(fds/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT