Pilihan Kuliah Berbeda dengan Keinginan Orang Tua? Ini Saran dari Psikolog

Pilihan Kuliah Berbeda dengan Keinginan Orang Tua? Ini Saran dari Psikolog

Muhamad Reza Sulaiman - detikHealth
Kamis, 15 Jun 2017 13:04 WIB
Pilihan Kuliah Berbeda dengan Keinginan Orang Tua? Ini Saran dari Psikolog
Memilih jurusan kuliah sering memunculkan perdebatan antara remaja dan orang tua. Agar tak menjadi masalah, simak saran dari psikolog berikut ini ya. (Foto: SBMPTN di Unsyiah (Agus-detikcom))
Jakarta - Memilih jurusan kuliah memang gampang-gampang susah. Remaja lebih menginginkan jurusan kuliah yang sesuai minat dan bakatnya, sementara orang tua bisa bersikeras menunjuk jurusan kuliah yang menurutnya lebih baik bagi masa depan anak.

Perbedaan ini tak jarang menimbulkan perdebatan antara remaja dan orang tua. Psikolog Bona Sardo mengatakan memang remaja akan lebih termotivasi untuk sukses dan belajar jika kuliah di jurusan yang ia inginkan.

Baca juga: Tak Mau Kelabakan Bayar Kuliah Anak, Ini Tipsnya

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Karena saya yang pilih, jurusan sesuai minat saya, saya akan lebih termotivasi belajar. Hasilnya mungkin akan beda jika kuliah di jurusan yang dipilihkan orang tua, karena motivasinya kurang," tutur Bona kepada detikHealth.

Bona mengatakan orang tua dan anak harus berdiskusi dengan baik soal ini. Sebabnya pilihan kuliah memiliki pengaruh cukup besar untuk menentukan masa depan anak

Baca juga: Tips Cerdik Persiapkan Biaya Sekolah Anak Hingga Kuliah

"Diskusinya harus ada solusi yang baik bagi semua pihak. Jadi ada win-win solution, tidak boleh malah bertengkar," ungkap Bona.

Hal senada juga dikatakan oleh psikolog Vera Itabiliana. Jangan sampai perdebatan soal pilihan kuliah malah menimbulkan masalah baru yang lebih pelik, yakni merenggangnya hubungan antara anak dan orang tua.

Baca juga: Jangan Sedih Ya! Ini Pesan Psikolog untuk Remaja yang Tak Lolos SBMPTN

Oleh karena itu, harus ada pembicaraan dari hati ke hati antara remaja dan orang tua. Pembicaraan harus dilakukan secara rasional dan seimbang, tidak boleh berat sebelah, dan harus saling menghargai dan memahami keputusan masing-masing.

"Lalu jabarkan semua pilihan yang ada. Kemudian dari pilihan tersebut ditelaah bersama-sama dari sisi baik dan buruk, positif dan negatifnya. Jika perlu, libatkan pihak ketiga untuk membantu menentukan pilihan. Pihak ketiganya bisa guru, psikolog atau konsultan pendidikan," papar Vera.

Baca juga: Alasan Psikologis di Balik Rasa Senang Saat Lolos SBMPTN

(mrs/up)

Berita Terkait