Perbedaan ini tak jarang menimbulkan perdebatan antara remaja dan orang tua. Psikolog Bona Sardo mengatakan memang remaja akan lebih termotivasi untuk sukses dan belajar jika kuliah di jurusan yang ia inginkan.
Baca juga: Tak Mau Kelabakan Bayar Kuliah Anak, Ini Tipsnya
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bona mengatakan orang tua dan anak harus berdiskusi dengan baik soal ini. Sebabnya pilihan kuliah memiliki pengaruh cukup besar untuk menentukan masa depan anak
Baca juga: Tips Cerdik Persiapkan Biaya Sekolah Anak Hingga Kuliah
"Diskusinya harus ada solusi yang baik bagi semua pihak. Jadi ada win-win solution, tidak boleh malah bertengkar," ungkap Bona.
Hal senada juga dikatakan oleh psikolog Vera Itabiliana. Jangan sampai perdebatan soal pilihan kuliah malah menimbulkan masalah baru yang lebih pelik, yakni merenggangnya hubungan antara anak dan orang tua.
Baca juga: Jangan Sedih Ya! Ini Pesan Psikolog untuk Remaja yang Tak Lolos SBMPTN
Oleh karena itu, harus ada pembicaraan dari hati ke hati antara remaja dan orang tua. Pembicaraan harus dilakukan secara rasional dan seimbang, tidak boleh berat sebelah, dan harus saling menghargai dan memahami keputusan masing-masing.
"Lalu jabarkan semua pilihan yang ada. Kemudian dari pilihan tersebut ditelaah bersama-sama dari sisi baik dan buruk, positif dan negatifnya. Jika perlu, libatkan pihak ketiga untuk membantu menentukan pilihan. Pihak ketiganya bisa guru, psikolog atau konsultan pendidikan," papar Vera.
Baca juga: Alasan Psikologis di Balik Rasa Senang Saat Lolos SBMPTN
(mrs/up)











































