Hadapi Sikap Anti Vaksin Kemenkes Harapkan Peran KPAI

ADVERTISEMENT

Hadapi Sikap Anti Vaksin Kemenkes Harapkan Peran KPAI

Firdaus Anwar - detikHealth
Jumat, 16 Jun 2017 09:05 WIB
Imunisasi adalah hak setiap anak. Oleh karena itu sikap anti vaksin bisa dianggap melanggar hak anak. (Foto: Ari Saputra)
Jakarta - Dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia dilaporkan terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) difteri, campak, dan pertusis. Penyakit-penyakit tersebut seharusnya sudah 'dimusnahkan' namun kembali menghantui karena cakupan vaksinasi yang belum memadai, salah satunya akibat ada sikap penolakan terhadap vaksin atau anti vaksin.

Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Elisabeth Jane Soepardi, MPH, DSc, mengatakan bahwa dalam menghadapi sikap anti vaksin pemerintah masih terus berusaha menggencarkan kegiatan preventif promotif. Para ibu yang belum mengerti diberi pencerahan agar mau memvaksin anaknya.


Baca juga: Dokter: Gerakan Anti Vaksin Bisa Ancam Kesehatan Nasional

"Upaya Kemenkes melalui pendekatan keluarga. Tiap keluarga dikunjungi dan didata jadi yang belum imunisasi bisa terdeteksi," ungkap dr Jane kepada detikHealth dan ditulis Jumat (16/7/2017).

Namun demikian selain dengan pendekatan keluarga sebetulnya ada juga jalur hukum yang bisa ditempuh untuk memerangi sikap anti vaksin. Dalam hal ini dr Jane berharap ada peran dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk bergerak bila ada orang tua yang diketahui tidak memvaksinasi anaknya.

"Sudah waktunya KPAI bekerja di sini," ungkap dr Jane.

Ketua KPAI Dr HM Asrorun Ni'am Sholeh, MA, mengatakan bahwa memang vaksinasi adalah hak setiap anak dan dilindungi oleh Undang-undang. Apabila ada pelanggaran maka ancamannya adalah hak asuh yang dimiliki oleh orang tua bisa dicabut.

"Orang tua itu pilar penanggung jawab pertama dan utama. Kalau ada orang tua yang sengaja tidak mengimunisasi anak, itu yang pertama hak asuhnya bisa dicabut," ujar Ni'am beberapa waktu lalu.

Baca juga: KPAI Sebut Hak Asuh Anak Bisa Dicabut Jika Ortu Abaikan Imunisasi (fds/up)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT