Selasa, 20 Jun 2017 14:35 WIB

Selain Samyang, di Indonesia juga Beredar Mi Instan Cup, Aman Mana?

Rahma Lillahi Sativa - detikHealth
Selain samyang yang dikemas dalam plastik, mi instan yang beredar di Indonesia juga dikemas dalam cup. (Foto: Ilustrasi/thinkstock) Selain samyang yang dikemas dalam plastik, mi instan yang beredar di Indonesia juga dikemas dalam cup. (Foto: Ilustrasi/thinkstock)
Jakarta - Sejumlah produk samyang atau mi instan Korea ditarik dari pasaran Indonesia karena mengandung fragmen babi. Tetapi di Indonesia, ada beberapa jenis kemasan mi instan. Salah satunya yang berbentuk cup.

Alasannya tentu tak jauh-jauh dari kepraktisan. Tinggal seduh dan Anda bisa langsung menyantapnya. Tetapi apakah ini lebih aman daripada mi instan yang dikemas plastik?

Terkait dengan kemasannya, yaitu yang terbuat dari styrofoam, bahan ini dipastikan bisa menimbulkan bahaya tersendiri jika dipergunakan untuk wadah makanan.

dr Wim Panggarbesi, SpB(K)Onk dari RS Mitra Keluarga Bekasi pernah menjelaskan bahwa kebiasaan makan makanan panas dari wadah berbahan styrofoam dapat memicu kanker.

"Styrofoam itu kan kalau dipanaskan bisa terurai bahan kimianya, kalau kita makan dari situ ya ikut termakan dan bisa merusak gen. Gen rusak itu yang nantinya bisa menjadi kanker," terangnya kepada detikHealth beberapa waktu lalu.

Bahkan ia mengungkapkan konsumsi makanan panas di wadah styrofoam dapat memicu berbagai jenis kanker. Namun secara spesifik, ia menuturkan risiko terbesar yang bisa muncul adalah risiko kanker darah (leukemia).

"Sebab yang paling mudah rusak itu kan bagian yang cepat membelah diri seperti sumsum tulang. Paling cepat itu," imbuhnya.
Selain Samyang, di Indonesia juga Beredar Mi Instan Cup, Aman Mana?Selain minya dianggap tidak menyehatkan, kemasan yang digunakan oleh mi instan juga ikut berdampak bagi kesehatan konsumen. (Foto: Rocket News 24)

Baca juga: Ini yang Terjadi dalam Tubuh Saat Anda Makan Mi Instan Terlalu Banyak

Sedangkan mi instan yang dikemas dalam plastik memang tidak bersinggungan langsung dengan minya saat diolah. Akan tetapi banyak pakar mengingatkan bahwa mi instan dipastikan mengandung garam, gula, monosodium glutamate (MSG) dan sejumlah zat aditif seperti TBHQ untuk pengawetnya.

dr Andry Hartono, SpGK, dari RS Panti Rapih Yogyakarta menjelaskan, pada dasarnya mi instan memang tidak menyehatkan, utamanya karena zat aditif yang digunakan bahan makanan tersebut.

"Pertama di aditifnya, benzoat. Kedua, dia pakai pengawet minyaknya tuh, TBHQ. Meskipun di ahli gizi mengatakan itu acceptable daily intake tapi tetap ada yang menganggapnya karsinogen," paparnya dalam kesempatan terpisah.

Pengawet ini tidak hanya terkandung dalam minya (yang kemudian luruh saat mi direbus atau diolah) dan bumbu-bumbunya seperti minyak dan kecapnya.
Selain Samyang, di Indonesia juga Beredar Mi Instan Cup, Aman Mana?Contoh kemasan samyang atau mi instan Korea yang dikemas dalam plastik. (Foto: Instagram: JeomsimID)

Baca juga: Tanggung Sendiri, Ini Risiko Mengonsumsi Mi Instan Berlebihan

Meski demikian, pada tahun 2009, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan dari hasil pengujian terhadap 17 produk kemasan styrofoam seperti gelas, mangkok, kotak segi empat, lunch box, dan piring, yang terbuat dari styrofoam, termasuk kemasan produk mi instan yang beredar di Indonesia, terbukti aman digunakan sebagai kemasan pangan.

"Berdasarkan data tersebut, makanan yang dikemas dengan kemasan polistiren busa aman untuk dikonsumsi, dengan persyaratan sebagai berikut: tidak digunakan untuk mengemas langsung (harus diberi alas plastik atau kertas nasi). Tidak digunakan untuk mewadahi makanan dengan kadar minyak tinggi dan dalam keadaan panas," begitu penjelasan Unit Layanan Pengaduan Konsumen Badan POM.

BPOM juga mewanti-wanti agar tidak menggunakan kemasan styrofoam yang dimasukkan ke dalam microwave secara langsung. Selain itu, masyarakat diimbau untuk tidak memakai kemasan styrofoam yang telah rusak atau berubah bentuk.

Baca juga: Fakta-fakta Kemasan Makanan dengan Styrofoam yang Perlu Diketahui (lll/ajg)