Depresi, Pangeran Harry Merasa Seperti 'Mesin Cuci' Saat Putri Diana Wafat

Depresi, Pangeran Harry Merasa Seperti 'Mesin Cuci' Saat Putri Diana Wafat

Ajeng Anastasia Kinanti - detikHealth
Rabu, 21 Jun 2017 12:16 WIB
Depresi, Pangeran Harry Merasa Seperti Mesin Cuci Saat Putri Diana Wafat
Foto: CNN
Jakarta - Baru-baru ini, Pangeran Harry (32) mengungkapkan betapa hancur dan depresi dirinya saat sang ibu, Putri Diana, meninggal tahun 1997 silam. Dalam ceritanya, ia mengungkapkan jiwanya saat itu benar-benar rapuh.

Dikutip dari Daily Mail, Pangeran Harry yang kala itu berusia 12 tahun mengidap depresi berat dan panik semenjak Putri Diana meninggal.

"Saya rapuh, saya mudah takut, tubuh saya terasa seperti mesin cuci yang terus-terusan bergerak, tidak pernah diam," ungkap Pangeran Harry.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Abaikan Aturan, Pangeran William Empati dan Peluk Korban Apartemen London

Kondisi ini semakin parah saat dirinya sedang berada dalam ruangan yang banyak orang. Dalam situasi tersebut, Pangeran Harry mengaku tidak tenang, banyak berkeringat, serta detak jantungnya terasa sangat berdebar-debar.

Saat berusia 28 tahun, Pangeran Harry kemudian mencari bantuan ahli untuk mengatasi gangguan mentalnya. Ia merasa tak bisa terus-terusan seperti itu.

"Saya mengalihkan perhatian saya ke publik, terutama untuk memerangi penyakit kesehatan mental. Kondisi saya saat ini cukup baik," imbuhnya.

Kepada BBC, Pangeran Harry juga pernah menyebutkan bahwa setiap orang bisa mengalami masalah jiwa. Menurut adik dari Pangeran William ini, tak peduli apakah Anda anggota kerajaan, tentara atau bintang olahraga. Setiap orang bisa mengalaminya.

Baca juga: Hidung Kate Middleton Jadi Tren Operasi Plastik Paling Populer


(ajg/up)

Berita Terkait