Dikutip dari Daily Mail, Pangeran Harry yang kala itu berusia 12 tahun mengidap depresi berat dan panik semenjak Putri Diana meninggal.
"Saya rapuh, saya mudah takut, tubuh saya terasa seperti mesin cuci yang terus-terusan bergerak, tidak pernah diam," ungkap Pangeran Harry.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi ini semakin parah saat dirinya sedang berada dalam ruangan yang banyak orang. Dalam situasi tersebut, Pangeran Harry mengaku tidak tenang, banyak berkeringat, serta detak jantungnya terasa sangat berdebar-debar.
Saat berusia 28 tahun, Pangeran Harry kemudian mencari bantuan ahli untuk mengatasi gangguan mentalnya. Ia merasa tak bisa terus-terusan seperti itu.
"Saya mengalihkan perhatian saya ke publik, terutama untuk memerangi penyakit kesehatan mental. Kondisi saya saat ini cukup baik," imbuhnya.
Kepada BBC, Pangeran Harry juga pernah menyebutkan bahwa setiap orang bisa mengalami masalah jiwa. Menurut adik dari Pangeran William ini, tak peduli apakah Anda anggota kerajaan, tentara atau bintang olahraga. Setiap orang bisa mengalaminya.
Baca juga: Hidung Kate Middleton Jadi Tren Operasi Plastik Paling Populer
(ajg/up)











































