Dokter spesialis telinga, hidung dan tenggorokan RS PHC Surabaya dan RS Petrokimia Gresik, dr Artono, SpTHT-KL(K), menyebutkan bahwa pengobatan gendang telinga pecah biasanya akan ditunggu terlebih dahulu.
"Iya ditunggu, biasanya akan menutup sendiri asalkan tidak infeksi. Kalau infeksi diobati dulu infeksinya. Kalau tidak menutup juga ya ditambal," ungkap dr Artono.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikutip dari Web MD, tidak ada perawatan khusus yang diperlukan ketika gendang telinga pecah. Sebagian besar kasus seperti ini akan sembuh dalam waktu tiga bulan. Namun dokter bisa saja meresepkan antibiotik untuk mencegah infeksi atau mengobati infeksi yang ada.
Namun demikian, jika gendang telinga yang pecah kemudian menimbulkan nyeri dan mulai mengganggu pendengaran Anda, tak ada salahnya untuk berkonsultasi ke dokter. Anda mungkin akan dipasangkan semacam penambal atau patch di bagian gendang telinga.
Setelah dinyatakan sembuh, Anda akan diminta untuk menjaga area tetap kering untuk sementara waktu. Itu berarti Anda tidak bisa melakukan aktivitas air seperti berenang atau menyelam, sampai diperbolehkan lagi oleh dokter.
"Gendang telinga pecah memang bisa sembuh secara spontan. Tapi sebaiknya tetap ke dokter untuk dicek penyebabnya, jika karena infeksi maka akan diperlukan antibiotik," pesan pakar kesehatan telinga, hidung dan tenggorokan dari ENT and Allergy Associates in Melville, New York, Vijay Mukhija, MD, seperti dikutip dari Health.
Baca juga: Gendang Telinga Gwen Stefani Pecah karena Naik Pesawat, Kok Bisa? (ajg/up)











































