Rabu, 28 Jun 2017 09:10 WIB

Dokter Meninggal Saat Piket Lebaran, Perdatin Tunggu Laporan Resmi

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Foto: thinkstock Foto: thinkstock
Jakarta - Kabar meninggalnya seorang dokter anestesi saat piket Lebaran beredar di media sosial (medsos). Pengurus Pusat Perdatin (Perhimpunan Dokter Spesialis Anestesiologi Dan Terapi Intensif Indonesia) masih menunggu laporan resmi tentang hal itu.

"Sempat mendengar bahwa beliau bertugas menggantikan rekan yang cuti Lebaran sehingga dianggap overwork," kata Ketua Perdatin Pusat, dr Andi Wahyuningsih Attas, SpAn saat dihubungi detikHealth.

"Tapi itu kami dengar juga dari media, lebih jelasnya kami masih menunggu laporan dari Perdatin Jakarta," lanjutnya.

Beredar informasi, dr Stefanus Taofik, SpAn meninggal dunia saat menjalankan tugas jaga di hari Lebaran. Informasi yang beredar di media sosial menyebut dr Stefanus bekerja beberapa hari berturut-turut karena menggantikan rekannya yang cuti.

Baca juga: Pertolongan Pertama Saat Keluarga Terserang Stroke

Dokter Meninggal Saat Piket Lebaran, Perdatin Tunggu Laporan ResmiFoto: @blogdokter


"Masih belum jelas betul infonya karena ada yang bilang, yang bersangkutan bekerja 3 hari, ada yang bilang 4 hari dan 5 hari," kata Sekjen IDI (Ikatan Dokter Indonesia), dr Adib Khumaidi saat dihubungi detikHealth.

IDI juga tengah menelusuri informasi lebih detail tentang kabar tersebut. Termasuk apakah dr Stefanus meninggal karena overworked, atau ada riwayat tertentu yang bisa meningkatkan risiko kematian mendadak.

Baca juga: Viral, Seorang Dokter Anestesi Dikabarkan Meninggal Saat Piket Lebaran

(up/hrn)
News Feed