Oleh dokter, pria berusia 50 tahun ini didiagnosis mengalami shiitake flagellate dermatitis. Kondisi tersebut biasanya terjadi karena mengonsumsi jamur shiitake dalam kondisi mentah.
Jamur shiitake yang banyak dipakai dalam makanan Asia, dikenal punya beragam manfaat kesehatan. Namun mengonsumsinya dalam kondisi mentah diketahui bisa memicu reaksi toksik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Reaksi tersebut mirip alergi, tetapi tidak melibatkan sistem imun atau kekebalan tubuh. Para ilmuwan menyebut, reaksi ini dipicu oleh molekul lentinan yang terkandung dalam jamur shiitake.
Baca juga: Efek Malas Ganti Baju Saat Berkeringat: Timbul Panu Hingga Imun Drop
Jamur shiitake cukup populer dan dikenal sebagai makanan sehat (Foto: thinkstock) |
Dikutip dari Livestrong, lentinan memicu dilatasi atau pelebaran pembuluh darah dengan disertai sedikit radang di bawah kulit. Reaksi ini memicu guratan-guratan memar seperti bekas dicambuk.
Memar-memar tersebut biasanya muncul dalam beberapa hari setelah makan shiitake, dan akan hilang dengan sendirinya setelah 10-20 hari. Reaksi ini disebutkan tidak memicu kerusakan jangka panjang.
Dailymail melaporkan, beberapa jenis obat kemoterapi juga bisa memicu reaksi serupa.
Baca juga: Jamur yang Digunakan untuk Keperluan Medis
(up/up)












































Jamur shiitake cukup populer dan dikenal sebagai makanan sehat (Foto: thinkstock)