Minggu, 02 Jul 2017 18:11 WIB

Berhasil Berhenti Merokok, Apa Paru-paru Bisa Pulih 100 Persen?

Firdaus Anwar - detikHealth
Foto: ilustrasi/thinkstock Foto: ilustrasi/thinkstock
Jakarta - Dampak buruk dari rokok dapat memengaruhi seluruh tubuh, namun di antara area tubuh yang paling parah terkena dampaknya paru-paru dan saluran napas termasuk yang paling rentan.

Berita baiknya adalah ketika seorang perokok memutuskan berhenti merokok, paru-paru diketahui dapat memperbaiki dirinya hingga pada derajat tertentu. dr Norman Edelman dari American Lung Association mengatakan secara umum begitu seseorang berhenti merokok maka peradangan jangka pendek yang terjadi pada saluran napas juga akan berhenti.

Ketika saluran napas berhenti meradang maka bulu halus bernama cilia dapat tumbuh bekerja dengan baik. Dampaknya seseorang bisa merasakan napasnya jadi lebih mudah karena cilia bekerja bergerak maju mundur mengeluarkan dahak dan debu.

Baca juga: Berhenti Merokok Bikin Berat Badan Bertambah, Benarkah?

Oleh karena itu waktu awal-awal berhenti seorang perokok mungkin malah akan merasa kesulitan karena sering batuk-batuk.

"Batuk-batuk itu karena tubuh Anda membersihkan dahak dari dari paru," kata dr Norman seperti dikutip dari Live Science, Minggu (2/7/2017).

Paru-paru adalah organ yang paling terdampak oleh kebiasaan merokokParu-paru adalah organ yang paling terdampak oleh kebiasaan merokok (Foto: thinkstock)


Setelah sekitar seminggu berhenti merokok maka seseorang akan bisa merasakan dirinya lebih tahan melakukan olahraga tanpa kehabisan napas. dr Norman mengaku belum ada penelitian yang mengkonfirmasi hal ini namun kemungkinan terjadi karena paru mulai terbiasa mendapat suplai oksigen lebih banyak dibandingkan karbon monoksida.

Namun tidak semua kerusakan akibat rokok dapat diperbaiki. Meski paru-paru bisa memulihkan diri, ketika seseorang mengonsumsi rokok dalam jangka panjang maka inflamasi bisa menimbulkan 'bekas' luka yang permanen.

Bekas luka tersebut akan menghilangkan keelastisan paru-paru sehingga tidak bisa lagi secara efesien bekerja menukar oksigen seperti sedia kala.

Apabila kerusakannya parah maka akan terjadi apa yang disebut dengan kondisi penyakit paru obstruktif kronik (PPOK). Orang dengan PPOK akan kesulitan untuk bernapas bahkan dalam kondisi normal sekalipun dan biasanya baru akan ketahuan setelah 20-30 tahun merokok.

Baca juga: Perjuangan Barack Obama Berhenti Merokok yang Inspiratif

(fds/up)