Namun studi terbaru dari China menyebut beser yang dialami wanita bisa berkurang dengan terapi elektroakupunktur. Efek terapi terlihat terutama pada wanita yang mengalami beser akibat melahirkan dan juga obesitas.
Penelitian dilakukan oleh dr Baoyan Liu dari Guang'an Men Hospital kepada 504 partisipan wanita. Seluruh partisipan memiliki keluhan beser dan mengalami rata-rata 7,8 periode buang air kecil dan mengeluarkan 19 gram air kencing dalam sehari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Partisipan dibagi menjadi dua kelompok, kelompok pertama mendapat terapi elektroakupunktur sementara kelompok kedua tidak mendapatkan terapi apapun. Terapi elektroakupunktur dilakukan dengan menusuk jarum akupunktur di daerah punggung dan panggul lalu dialiri arus listrik bertegangan rendah.
Hasil penelitian menyebut terapi elektroakupunktur memberikan efek yang baik bagi pasien beser. Setelah 6 minggu, periode buang air kecil berkurang menjadi 6 kali dalam sehari dan air seni yang dibuang lebih sedikit hingga 10 gram.
Mengapa bisa beser? Simak dalam video Bincang Sehat berikut ini:
Baca juga: Julia Perez dan Terapi Gelombang Listrik Warsito
Peneliti mengatakan efektivitas terapi elektroakupunktur setara dengan senam pelvis untuk menguatkan otot-otot di sekitar kandung kemih. Karena itu menurut dr Liu, terapi elektroakupunktur bisa dijadikan alternatif bagi pasien beser, terutama dari kalangan wanita.
"Elektroakupunktur tergolong efektif karena hasilnya cukup baik meski periode terapi dilakukan dalam waktu singkat, yakni 6 minggu. Sementara latihan otot pelvis harus dilakukan minimal 3 bulan sebelum efek dirasakan pasien," tutur Liu, dikutip dari Reuters.
Meski begitu, peneliti juga mencatat adanya efek samping yang dirasakan pasien. Rasa lelah dan bengkak dilaporkan oleh 1,6 persen partisipan.
Baca juga: Begini Rasanya Diterapi dengan Setrum Listrik 220 Volt
(mrs/up)











































