James O'Mara (13) adalah pemain rugbi yang menjanjikan, hanya diberi kesempatan selama delapan hari untuk berjuang melawan penyakitnya sebelum meninggal di Rumah Sakit Anak Birmingham, Inggris pada 8 Juni 2017.
Remaja asal Worcester, Inggris ini dikenal sebagai anak yang periang dan sehat. "Dia senang berada di luar sambil bertualang," ungkap bibinya, Amanda Tanner (41).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Baca juga: Pantang Menyerah! Kisah Cindy Audina Lawan Dua Kanker di Usia 9 Tahun
Amanda memuji kinerja para dokter dan perawat yang membantu keponakannya melawan penyakit tersebut. "Seorang perawat melakukan transfusi darah dengan tangan, mengambil satu jarum suntik, dan memasukkannya ke yang lain. Para perawat bekerja shift 12 jam yang artinya tidak berhenti selama waktu itu," tuturnya.
Sayangnya, James tidak bisa melawan lagi. Semua organ tubuhnya telah diserang oleh sel-sel kanker yang ganas dan tubuhnya tidak kuat.
Setelah sepeninggalan James, keluarganya meminta kepada orang-orang untuk mendonorkan darah, trombosit, atau plasma darah kepada orang yang membutuhkan seperti James.
"Jika bisa, tolong donorkan darah. Jika tidak bisa, mohon untuk memberi anjuran kepada orang lain agar melakukannya," anjurannya.
Keluarga James juga telah mengumpulkan uang sebanyak dua ribu poundsterling atau kira-kira 34 juta rupiah. Uang tersebut akan dibagikan Rumah Sakit Anak Birmingham, Yayasan Penyakit Hati Anak-anak dan Bloodwise, dan sebuah badan amal yang meneliti kanker darah termasuk leukemia.
Baca juga: Saat Pasien Kanker Pakai Wig dan Dinyinyiri 'Awas Rambutnya Jatuh'
(wdw/up)










































