Menurut pakar, ini merupakan hal yang umum terjadi dan bukanlah sesuatu yang perlu dikhawatirkan berlebihan. Keriput tersebut adalah proses alami tubuh untuk mempertahankan keutuhan kulit.
Dikutip dari ABC Australia, Dr Myfanwy Evans, dari University of Erlangen-Nürnberg di Jerman menyebutkan bahwa berenang atau proses perendaman dalam waktu lama dapat membuat lapisan terluar dari sel kulit membesar dua hingga tiga kali, akibatnya kulit menjadi melengkung dan berkerut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Alasan kulit keriput salah satunya adalah karena struktur kompleks protein yang disebut keratin yang berada di lapisan terluar dari sel-sel kulit," ungkap Evans.
Kondisi ini umumnya akan segera kembali seperti semula setelah Anda selesai berenang. Fakta lainnya, proses kerutan ini tidak akan terjadi pada semua bagian kulit tubuh, mengapa?
Evans menyebutkan, lapisan luar kulit atau stratum korneum, masih tertambat pada lapisan kulit di bawahnya, yakni bagian yang tidak menyerap air. Oleh sebab itu, peningkatan penyerapan volume air dari lapisan kulit luar ini akan menempel pada lapisan bawah kulit yang tebal. Sehingga tidak semua bagian kulit di tubuh akan keriput saat terendam air.
"Ketebalan stratum korneum bervariasi di seluruh tubuh. Tertipis di wajah, sementara sangat tebal pada telapak tangan dan telapak kaki. Ini sebabnya mengapa area tersebut akan mengkerut setelah Anda berendam," imbuhnya.
Hal serupa disampaikan oleh Dr Karl S. Kruszelnicki. Menurutnya, kulit memiliki beberapa lapis bagian, termasuk di antaranya lapisan kulit yang tidak tahan air. Nah, saat Anda berendam minimal setengah jam, maka air akan masuk ke dalam bagian tersebut dan memicu proses keriput.
Baca juga: Jika Dilakukan Seperti Ini, Renang Malah Bisa Menambah Berat Badan
(ajg/mrs)











































